DestinationHeadline NewsMarine TourismTourism

Tahun 2018 Kepulauan Selayar Akan Bersolek

Kepulauan Selayar menyimpan banyak keindahan yang tidak tertandingi. Kini objek wisata bahari yang dimiliki Sulawesi Selatan itu menjadi tunjuan favorit wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus). Namun sayang jika kunjungan para wisatawan terkesan hampa, karena  tidak ada denyut industri pariwisata yang mendukungnya.

Master plannya, pada tahun 2018 mendatang akan dibangun sejumlah hotel bintang lima di sekitar Kepulauan Selayar. Bahkan tidak hanya hotel, lapangan golf, rumah sakit sakit internasional, hingga pusat pengolahan ikan akan melengkapi fasilitas di daerah ini.

“Kami berharap pemerintah memfasilitasi pertemuan dengan investor dunia untuk mendukung program tersebut. Sayang sekali jika surga wisata marina seperti ini tak dibenahi dengan maksimal,” kata Bambang Sulistyo dari grup konsorsium Sampoerna setelah bertemu dengan Bupati Selayar,  Basli Ali, beberapa waktu lalu.

Dari kunjungan tersebut, perwakilan group konsorsium Sampoerna ini sepakat untuk menjali kerjasama dengan Pemkab Kepulauan Selayar guna  mengembangkan potensi yang dimiliki Salayar. Selayar diketahui sebagai wisata bahari yang tidak akan hilang kepesonaannya. Bahkan gugusan karang terbesar di dunia yang dimiliki Selayar, statusnya telah disamakan dengan Maladewa.

“Bahkan dengan Monaco dan Bora-Bora, Selayar tak kalah indahnya. Tinggal dibenahi dan dilengkapi fasilitas pendukung, daerah ini siap menerima tamu dalam jumlah besar,” jelas Bambang.

Dukungan pengembangan Selayar tidak hanya datang dari pemkab Selayar, namun dukungan juga datang dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan Selayar memiliki potensi yang cukup besar dalam menggerakan roda perekonomian di wilayahnya. Namun untuk menggarap potensi itu diperlukan komitmen yang tinggi dari Pemerintah setempat.

“Selayar itu intinya ada dua yang jadi fokus kami. Pertama Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK dan Sail Takabonerate,” ujar Menpar.

Lebih jauh, Menpar berjanji tidak akan tinggal diam. Ia  akan mempelajari kepulauan  Selayar itu dari berbagai dimensi, untuk menemukan value yang tersembunyi di balik cerita keindahan itu. Rumus pertama tetap 3A, seberapa bagus aksesibilitasnya? Lalu atraksinya, baik alam, budaya, maupun potensi yang bisa dikembangkan dengan man made-nya. Dan terakhir, amenitasnya.
“Tiga A itulah, instrumen yang akan kami lihat dan pelajari. Lalu, pemerintah bisa mengembangkan sampai di batas mana? Potensi ketiganya bisa didorong hingga ke mana? Semua akan kami pelajari terlebih dahulu. Mudah-mudahan fisibel untuk diformat KEK,” ungkap Menpar.
Menpar  pun mengamini apa yang disampaikan group konsorsium Sampoerna yakni Selayar akan bersolek pada tahun 2018 mendatang. Yang terpenting menurut Menpar seluaruh lahan harus siap.” Bisa dibayangkan ketika sekarang nama Selayar kemudian menjadi daerah yang akan dipersiapkan menjadi Balinya Indonesia Timur,” ujar Mantan Dirut Telkom itu.

Tak hanya wisata laut, Pemkab Kabupaten Selayar juga sudah menyiapkan lahan 100 hektare untuk membangun pusat peradaban Islam modern, Islamic Unity Centre. Di dalamnya akan dibangun masjid, pesantren, dan perpustakaan. “Selayar harus mendapat perhatian khusus. Daerah ini sudah layak mendapat fasilitas BOP sekaligus KEK pada 2018,” ujar pria asal Banyuwangi itu

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button