Headline NewsInvestmentTourism

Tahun Ini, Pemerintah Bidik Investasi US$ 20 Miliar Untuk 10 Destinasi Prioritas

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah Thaib memaparkan nilai  investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan 10 destinasi prioritas atau yang dikenal 10 Bali Baru,  saat menjadi pembicara di Forum Diskusi MarketPlus Center for Tourism & Hospitality, Rabu, 17 Januari 2018.

Hiramsyah menyebut nilai investasi yang ditargetkan secara total mencapai US$ 20 milyar. Jumlah tersebut dibagi menjadi dua yakni US$ 10 miliar untuk pembangunan infrastruktur wisata dan sisanya bagi layanan amenitas.

“Mudah-mudahan  nilai investasi tersebut dapat tercapai tahun ini,” kata Hiramsyah.

Hiramsyah menjelaskan pengembangan 10 destinasi prioritas  tidak semua dari Investasi,  ada sekitar  10% hingga 20 % dari APBN dan sisanya diperoleh dari investasi pihak swasta. Melihat pendanaannya yang lebih besar ada di investasi, maka investasi yang tahun ini dikebut.

Kendati nilai investasi ini sedang dicari, namun sejauh ini ada beberapa beberapa destinasi yang mengalami progress signifikan, seperti Danau Toba. Danau terbesar di dunia kini banyak dilirik investor. . Kalau ia hitung, total investasi yang sudah berjalan di proyek wisata tersebut mencapai Rp 1 triliun.

Selain Dana Toba, ada Mandalika yang meraih investasi terbesar dibading destinasi lain. Investasi yang sudah bergulir di Mandalai mencapai Rp 13 triliun. Wajar Mandalika mendapat investasi besar karena kawasan ini telah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) wisata.

Selain Danau Toba dan Mandalika, daerah wisata lain yang sudah investor lirik adalah wilayah Candi Borobudur. Kepastian investor yang bakal masuk ke Borobudur itu terjadi lantaran di kawasan tersebut sudah beroperasi Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur yang terbentuk pertengahan tahun lalu.

Hiramsyah berharap, investor tersebut bisa mengembangkan kawasan Borobudur lebih baik lagi. Maklum, instansi setempat menargetkan bisa menjaring hingga dua juta turis asing pada 2019. “Kami harapkan di akhir tahun ini sudah bisa tandatangan investor yang mengembangkan kawasan tersebut,” terangnya lebih lanjut.

Sayang, ia tidak merinci identitas dari investor yang dimaksud. Namun investor tersebut berasal dari Singapura, China hingga benua Eropa. Adapun proyeksi nilai investasi yang bakal masuk sebesar Rp 500 miliar.

Destinasi lain yang tengah dikebut pengerjaannya adalah Labuan Bajo. Sama seperti Candi Borobudur, investor yang berminat di proyek wisata di sana juga dari asing, seperti Australia, Tiongkok serta dari Timur Tengah. Adapun potensi nilai investasi yang bisa diraup sama dengan Borobudur yakni sebesar Rp 500 miliar. Ia targetkan kerja sama tersebut sudah bisa diteken tahun ini juga.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close