Headline NewsHealthy Life

Tekan Angka Covid-19, Bangka Belitung Pertegas Sanksi Pelanggar Prokes

Untuk menekan angka kasus baru Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) segera mengeluarkan Tindakan tegas bagi masyarakat yang melanggar Protokol Kesehatan (Prokes). Tindakan tegas ini akan dilakukan melalui operasi Yustisia dan sidang di tempat.

Penegasan ini siampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Langkah Preventif Penanganan Penambahan Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia secara Virtual, melalui Video Conference, belum lama ini.

Gubernur Erzaldi mengakui masih ada kelonggaran dalam menerapkan  Peraturan Daerah (Perda)  Nomor 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal itu terlihat saat Perda ini dijadikan acuan dalam menggelar operasi yang serupa, namun nyatanya petugas belum dapat bertindak tegas kepada pelanggar.

Akhirnya perda tersebut direvisi dan revisi telah rampung dan siap dijadikan pedoman dalam penegakan hukum bagi pelanggar prokes.  Dengan revisi ini aparat gabungan yang terdiri dari Satgas Covid-19, Kejaksaan, TNI/Polri dan Kehakiman dapat bertindak tegas dengan melakukan sidang di tempat.

“Insya Allah akan kita lakukan dalam beberapa hari ke depan. Oleh sebab itu saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se- Babel, agar dapat memberikan dukungannya dalam pelaksanaan inspeksi ini,” harapnya.

Gubernur berharap dengan pelaksanaan penindakan ini, akan terjadi peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19.

Pelaksanaan inspeksi ini adalah salah satu tindakan preventif mengikuti perkembangan penyebaran Covid-19, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam rapat virtual yang dihadiri seluruh Kepala Daerah dan Forkopimda beberapa waktu lalu.

Sekalipun dalam arahan itu, Bangka Belitung tidak termasuk sebagai daerah yang harus mendapat perhatian khusus namun, harus diantisipasi karena saat ini Bangka Belitung dikategorikan Level 3 dalam penyebaran Covid-19.

“Jangan sampai daerah kita masuk sebagai daerah dengan perhatian khusus Covid-19. Kita harus mengambil langkah-langkah preventif, terlebih dalam waktu dekat ini akan memasuki Hari Besar Idul Fitri dan hari libur,” tegasnya.

Langkah ini juga diambil melihat dari beberapa daerah seperti di Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Barat, dan Belitung yang pada akhir ini lonjakan kasus yang terpaparnya cukup signifikan.Gubernur juga menyinggung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang harus dilaksanakan bagi masyarakat di daerah sesuai dalam ketentuan PPKM baik di tingkat RT, RW, maupun desa melalui Kampung Tegep Mandiri (KTM) yang ada di seluruh desa di Bangka Belitung. Dengan demikian, dapat lebih cepat dalam mengkonsolidasikan daerah-daerah yang terjadi peningkatan penyebaran dan masyarakat menjadi lebih aman.

Terkait vaksinasi, gubernur memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Babel untuk segera menyelesaikan vaksinasi. (Sumber Pemprov Babel)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close