EconomicHeadline NewsTransportation

Tekan Laju Harga Tiket Pesawat, Pemerintah Usulkan Dihadirkannya Maskapai Asing

Presiden Jokowi mengusulkan untuk menghadirkan pesawat asing sebagai solusi untuk mengatasi tingginya harga tiket pesawat. Usul ini, mendapat respon yang positif dari sejumlah Menteri, diantaranya Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi

Menhub mengapresiasi usulan tersebut, karena dapat menciptakan persaingan harga tiket yang lebih kompetitif dan mampu menciptakan harga tiket pesawat jauh lebih murah.

“Ini kan satu saran yang baik dari Presiden. Segala bisnis apapun kalau dilakukan dengan kompetisi, otomatis timbul keseimbangan antara demanddan supply. Industri apapun,kalau demand dan supply berimbang maka harga akan terkoreksi dengan angka ekuilibirium,” kata Menhub di Jakarta, Selasa (4/6/2019).

Meskipun demikian, dia mengatakan ada sejumlah hal yang harus diperhatikan pemerintah ketika mengizinkan maskapai asing beroperasi di Indonesia. Sejumlah syarat dalam Undang-Undang, kata dia, harus dipenuhi.

Budi mengaku juga mengetahui, apabila ada perusahaan asing yang ingin beroperasi di Indonesia harus mengikuti asas cabotage atau aturan yang melindungi agar bisnis maskapai domestik tidak terganggu

“Namun demikian apa yang kita lakukan tetap perhatikan hal yang sifatnya sesuai dengan UU di mana cabotage itu syarat yang harus kita perhatikan, kalau asing beroperasi di Indonesia harus dimiliki 51 persen oleh Indonesia,” jelas Menhub.

Saat ini, Kemenhub sedang mengkaji usulan tersebut. Rencananya pekan depan, hasil kajian tersebut akan dia sampaikan kepada Presiden Jokowi. “Karena itu dalam satu, dua hari ini kami melakukan penelaahan, insyaallah Minggu depan saya akan laporkan kepada Presiden untuk dapat satu arahan yang lebih jelas,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. Darmin menyetujui usulan Presiden ini.

“Memang kenapa harga tiket naik? Ya tentu karena ada langkah-langkah internal dari perusahaan-perusahaan penerbangan kita. Mereka bisa lakukan itu karena pesaingnya hanya duopoli,” ujarnya, Rabu (5/6/2019)

Darmin menjelaskan saat ini hanya ada dua maskapai besar di Indonesia yakni Garuda Indonesia dan Lion Air. Kedua maskapai ini, menciptakan persaingan harga namun persaingannya tidak jauh berbeda. Akibatnya harga pun tak terkontrol, dan berimbas pada kemampuan konsumen.

“Maskapai-maskapai penerbangan lokal ini tentunya akan teriak ‘uaaaa ini jadi susah!”

Meskipun demikian, pemerintah akan terus mendukung hal ini karena menurut Darmin, agar harga tiket pesawat tidak naik setajam seperti saat ini karena pasarnya hanya duopoli.

Sebagai latar belakang, sejak November 2018 silam, Garuda Indonesia Group mengambil alih operasional Sriwijaya Air dan Nam Air dalam Kerja Sama Operasi (KSO) melalui PT Citilink Indonesia. Artinya sejak saat itu Garuda Indonesia Group memiliki andil dalam penentuan kebijakan dan operasional empat maskapai, termasuk penentuan rute dan tarif.

Sementara itu, Lion Air, Batik Air, dan Wings Air berada di bawah naungan Lion Group yang didirikan oleh Rusdi Kirana yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Malaysia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close