EconomicHeadline News

Tingkatkan Ekspor Produk Mainan, AMI Akan Bangun Paviliun Indonesia di Malaysia

Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia (AMI)  Sutjiadi Lukas menyampaikan gambar gembira bagi industri mainan tanah air. Kabar tersebut yakni akan dibangunnya Paviliun Indonesia di pameran terbesar di Malaysia.

Kabar itu, disampaikan Lukas di hadapan para anggota AMI pada perayaan HUT ke-8 AMI di restoran Hao Di Fang, Mall Season City, Jakarta, Kamis (09/06/2022).

Lukas menjelaskan kehadiran Paviliun Indonesia ini ,merupakan bentuk kerja sama  AMI dengan GM Klang sebagai  sebuah  pusat grosir terbesar di  Malaysia. Paviliun tersebut,  dihadirkan untuk mendukung ekspor produk mainan dalam negeri.

“Kami sedang merintis kerja sama dengan pihak GM Klang dalam hal meningkatkan ekspor industri mainan anak-anak dengan cara membuat Paviliun Indonesia di Malaysia, yang mana nantinya berfungsi showroom atau ruang pamer mainan produk Indonesia  di Malaysia. Terima kasih kepada Datuk Lim Seng Kok sebagai owner GM Klang yang selalu mensuport Asosiasi Mainan Indonesia, karena kita saudara serumpun bersama-sama ingin memajukan negara,” kata Lucas.

Lucas menyebut keberadaan Paviliun Indonesia menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha mainan yang menjadi naungan AMI untuk meningkatkan penjualan produknya ke negara lain. Paviliun Indonesia ini, terbuka untuk semua produk mainan Indonesia agar dapat dikenal oleh masyarakat internasional.

“Kami membuka seluas-luasnya bagi para produsen lokal untuk dapat memperkenalkan produk-produknya di paviliun Indonesia dengan target pasar Asia tenggara pada umumnya dan Malaysia pada khususnya,” ujar Lucas.

Menurut Lucas, pameran produk unggulan dari sejumlah negara itu, dilangsungkan dengan waktu yang cukup panjang. Dengan demikian,  Paviliun Indonesia dapat memperkenalkan produk-produk dalam negeri dengan durasi yang lama.

“Pameran ini, bukan jangka pendek bukan hanya dua sampai tiga hari tetapi pameran ini untuk jangka panjang. Jadi bapak ibu sebagai produsen  yang berminat untuk mengembangkan pemasarannya  di luar negeri, mari kita bersama-sama bergandeng tangan, maju bersama di dalam Paviliun Indonesia yang akan kita buka di Malaysia paling lambat target saya pada bulan Oktober. Tapi mudah-mudahan pada perayaan 17 Agustus Hari Kemerdekaan kita sudah bisa memulainya,” ungkap Lucas.

Pada kesempatan ini, Lucas juga  berharap kepada   pemerintah  dapat lebih memperhatikan lagi  industri hulu untuk produk mainan. Industri hulu menjadi hal terpenting bagi keberlangsungan hidup industri mainan. Jika industri hulu dapat diperkuat, maka tidak ada lagi ketergantungan pada impor dan industri mainan dalam negeri dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Mungkin bisa menjadi catatan Kementerian Perindustrian tolong kami dibantu untuk industri hulunya  sehingga kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri  dengan produk mainan yang bermutu, mendidik serta keselamatan anak-anak,” ungkap Lucas.

Tak hanya itu, Lucas juga menyampaikan keinginan AMI untuk menjadikan mainan Indonesia sebagai produk yang dapat diterima pasar modern. Saat ini, mainan lokal hanya untuk konsumen menengah ke bawah dan pemasarannya hanya terdapat  di pasar tradisional.

 “Kami ingin melangkah kedepannya betul-betul mainan untuk menengah kelas ke atas yang bisa masuk ke dalam modern market. Kita selama ini traditional market. Modern market kami anak tiri bu, semua dikuasai barang impor, nah kami tidak mau seperti itu,” tutur Lucas.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button