DestinationEco TourismTourism

Tour de Merapi Keliling Desa Wisata Jadi Ajang Liburan Keluarga

Gelaran Tour de Merapi (TDM) pada Minggu, 30 Juli 2017 berlangsung seru. Sebanyak 645 motor peserta beriringan dalam dua gelombang meninggalkan tempat start Lapangan Pemkab Sleman. Rombongan kedua diberangkatkan 10 menit setelah rombongan pertama.

Dari tempat start terlihat kendaraan para pengendara berbaris rapi. Ada yang berboncengan dengan istrinya, ada pula yang dengan anaknya. Rupanya, Touring motor dengan tema ‘Ayo ke Desa Wisata, Jelajahi Keunikan Potensi Wisata dan Budaya Sleman’ tersebut menjadi ajang wisata keluarga.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi program touring menjelajah kampung-kampung desa wisata itu. “Sekaligus mempopulerkan Desa Wisata dan Homestay yang menjadi salah satu program Kemenpar dan diharapkan semakin banyak berkembang ke depan,” kata Menpar Arief Yahya.

Terlihat rombongan peserta satu keluarga dengan dua motor. Sang bapak memboncengkan anak perempuannya dan si ibu dibonceng anak lelakinya. Dua motor ini berjalan beriringan sejak dari start hingga finish di Telogo Putri,  Kaliurang.

Tampak pula peserta yang masih keluarga muda. Mereka membawa serta anaknya yang baru berusia setahun. Selama perjalanan, anak tersebut digendong ibunya. Lalu, ada pula yang mengajak dua anaknya yang masih balita. Satu anak duduk di depan bapaknya, satunya lagi duduk di antara bapak dan ibunya.

Dibyo Yuwono, yang ikut bersama istri dan anak-anaknya mengaku menikmati touring ini. Ia mengaku siap ikut lagi di event yang akan datang.

“Asyik touring-nya. Jalannya santai tak harus ngebut karena tak ada batasan waktu. Kendati jauh tak terasa karena jalannya berombongan. Desa-desa wisata yang dikunjungi juga menarik,” katanya.

Hasan Nur yang mendaftar berenam juga mengakui hal yang sama. Anggota keluarganya yang dari Semarang pun menikmati touring ini.

“Asyik pokoknya. Jalur touring-nya melewati persawahan yang hijau dan pemandangan indah,” katanya.

Gelaran touring berkeliling desa wisata ini memang mengasyikkan sebagai wisata keluarga. Usai dilepas oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih, peserta melewati jalan yang mengarah ke sisi timur wilayah Sleman. Atau arah Candi Prambanan.

Jalur ini melewati sawah-sawah menghijau dengan Gunung Merapi di sisi sebelah kiri rombongan Tour de Merapi. Sampai di Candi Prambanan mengarah ke Selatan melewati Komplek Candi Ratu Boko menuju Rumah Domes.

Rumah Domes atau Rumah Teletubbies di Desa Wisata New Ngelepen ini merupakan desa wisata pertama yang disinggahi rombongan. Begitu datang, peserta mendapat suguhan minuman wedang secang dan tempe goreng. Kesenian tradisional musik Tek-Tek ikut menghibur rombongan.

Tiga bocah mengenakan topeng berwajah lucu, menari mengikuti irama musik. Beberapa peserta ikut bergoyang sambil berfoto bersama tiga anak bertopeng ini.

Yang lainnya, berkeliling melihat-lihat rumah warga yang semuanya seperti kubah masjid dan tanpa genteng. Ada pula yang berfoto dengan boneka Teletubbies serta sejumlah ikon yang dibuat di desa wisata yang baru saja menggelar ekspo dan merti desa ini.

Peserta yang ikut dengan anaknya, tak menyia-nyiakan kesempatan berfoto dengan boneka Teletubbies itu. Mereka mengatur sendiri giliran berfotonya, bergantian dengan peserta lainnya.

Usai dari Rumah Domes, peserta mengarah ke Barat melewati jalur tempat wisata Lava Bantal. Tujuan berikutnya adalah Desa Wisata Ketingan. Desa Wisata yang terkena sebagai tempat bermukimnya burung Kuntul ini menjadi pos pemberhentian. Sayangnya, bulan-bulan ini adalah saat burung Kuntul bermigrasi ke wilayah lain. Jadi, peserta tidak ketemu dengan burung putih berkaki panjang itu.

Namun, sebagai gantinya, banyak yang terhibur dengan sapi-sapi yang ada di kandang dekat pos pemberhentian. Sejumlah peserta bersama anaknya berfoto dengan latar belakang sapi-sapi di kandang itu.

Di desa wisata ini, peserta segera beranjak menuju desa wisata berikutnya yakni Desa Wisata Sidoakur atau Jetak Dua. Satu desa wisata budaya dan alam. Di desa wisata ini peserta disuguhi minuman rempah dan dihibur oleh kesenian tradisional Shalawatan. Lagi-lagi, peserta pun memanfaatkannya untuk berfoto. Mereka berfoto dengan kelompok kesenian yang mengenakan pakaian tradisional khas Yogya ini.

Usai mampir desa wisata Jetak Dua ini peserta melanjutkan eksplorasi wilayah Sleman Barat. Melewati persawahan yang hijau serta Desa Wisata Minapadi Cibuk Kidul. Desa wisata ini menonjolkan sisi pertanian. Hanya saja, sawah yang ada dipadu dengan kolam ikan. Peserta hanya melewati saja desa wisata ini. Melihat sawah-sawah menghijau dengan kolam ikan yang menyatu. Tujuan selanjutnya ke wilayah Sleman Utara.

Jika di Sleman Timur dan Barat dominan dengan pertanian padi, Sleman Utara dikenal sebagai sentra salak pondoh. Maka sepanjang perjalanan di wilayah ini, kebun salak pondoh ada di kanan-kiri jalur jalan. Satu desa wisata ‘berbasis’ salak disinggahi peserta untuk mengumpulkan form kuis yang harus diisi peserta. Desa wisata itu adalah Desa Wisata Tlatar. Peserta bisa turun untuk berfoto dengan penari yang menyambut ataupun masuk ke kebun menikmati salak dengan makan di tempat.

Sebentar di Tlatar, peserta diarahkan menuju Desa Wisata Ngrangging. Ini desa wisata berbasis peternakan Kambing Ettawa. Desa wisata ini punya unit pengolahan susu kambing menjadi susu bubuk kemasan. Peserta disuguhi susu kambing gratis. Juga bisa berfoto dengan kambing Ettawa yang telah disiapkan. Desa Wisata Ngrangging merupakan desa wisata edukasi.

Puas disuguhi susu, peserta diminta lanjut menyusuri jalan kampung yang di kiri kanannya berjejer kandang kambing. Kemudian halaman rumah yang penuh dengan pohon salak pondoh. Tak jauh dari Ngrangging ini peserta kemudian sampai ke Desa Wisata Pancoh.

Lagi-lagi peserta disuguhi minuman Secang dan salak pondoh. Desa Wisata Pancoh merupakan desa wisata berbasis Ekowisata. Pancoh menawarkan wisata ‘Dolan Balik Ndeso’, wisata alam dan budaya. Ada paket menanam padi dan paket edukasi lainnya.

Pancoh merupakan desa wisata terakhir yang disinggahi peserta Tour de Merapi 2017. Namun, Pancoh bukan tempat finish peserta. Dari Pancoh, peserta masih harus mengarah ke Timur lagi menuju finish di Telogo Putri, Kaliurang. Di Telogo Putri inilah peserta mengakhiri Tour de Merapi 2017 dengan makan siang dan mendengarkan hiburan serta pembagian door prize.

Puluhan peserta dan anak-anak mendapat door prize hiburan seperti tiket masuk tempat wisata, tabungan dari Bank BRI selaku sponsor dan berbagai alat elektronik. Sedang dua peserta yang beruntung mendapat doorprize utama sepeda motor. Satu motor dari Dinas Pariwisata Sleman, satu motor lainnya dari Bank BRI.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button