Trump Murka! Perusahaan Minyak Belum Juga Turunkan Harga
Presiden AS Donald Trump sedang berpidato (Foto: tangkapan layar Youtube The White House)
El John News, Jakarta-Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kekesalannya terhadap perusahaan-perusahaan minyak besar yang dinilai tidak segera menurunkan harga bahan bakar meskipun harga minyak mentah dunia telah merosot tajam.
“Perusahaan-perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga di pompa bensin sebanding dengan penurunan tajam harga minyak yang mereka bayar,” tulis Trump melalui platform Truth Social pada Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, harga minyak mentah saat ini mengalami penurunan yang sangat cepat. Namun, kondisi tersebut belum tercermin pada harga bensin yang masih harus dibayar konsumen di berbagai wilayah Amerika Serikat.
Trump bahkan menuding adanya praktik penggelembungan harga yang merugikan masyarakat. Ia menegaskan telah menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk segera melakukan penyelidikan terhadap perusahaan-perusahaan energi yang diduga mengambil keuntungan berlebihan dari situasi tersebut.
“Saya telah menginstruksikan DOJ untuk segera mulai menyelidiki masalah ini. Harga bensin seharusnya turun jauh lebih cepat daripada yang saya lihat saat ini,” lanjutnya.
Isu harga energi kembali menjadi perhatian publik setelah konflik di Timur Tengah sempat mengguncang pasar minyak global. Harga minyak dunia melonjak tajam ketika Iran menghentikan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Gangguan terhadap aktivitas pengiriman minyak di kawasan tersebut langsung memengaruhi pasokan dan harga energi internasional.
Di Amerika Serikat, kenaikan harga bensin memiliki dampak politik yang signifikan karena sebagian besar masyarakat masih bergantung pada kendaraan berbahan bakar fosil untuk aktivitas sehari-hari.
Kebijakan Trump terkait konflik dengan Iran juga mendapat sorotan menjelang pemilihan Kongres yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Sejumlah kalangan menilai keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik tersebut turut berkontribusi terhadap kenaikan biaya energi dan tekanan inflasi domestik.
Sebelumnya, Trump berulang kali menyampaikan keyakinannya bahwa harga bahan bakar akan kembali turun setelah situasi konflik mereda. Namun sejumlah ekonom berpendapat proses normalisasi harga minyak memerlukan waktu yang tidak singkat dan dapat berlangsung selama beberapa bulan sebelum kembali ke level sebelum perang.