Healthy Life

UNICEF: Polusi Udara Berisiko Besar Rusak Otak Bayi

Laporan terbaru yang dikeluarkan oleh United Nations Children’s Funds (UNICEF) menyebut kondisi polusi udara saat ini sudah parah. Dampaknya sebanyak 17 juta bayi di seluruh dunia berisiko mengalami rusak otak. Lebih rinci sekitar 12 juta bayi di Asia Selatan disebut paling berisiko terhadap dampak polusi. Alasannya karena tingkat polusi udara di daerah tersebut bisa mencapai 6 kali lipat lebih tinggi dari batas aman.

Sementara itu sebanyak empat juta bayi di Asia Timur dan Pasifik yang berisiko terkena dampak polusi.

Menurut UNICEF, ketika polusi udara dihirup oleh bayi partikel halus yang masuk ke tubuhnya dapat merusak jaringan otak menghambat perkembangan kognitif.

“Ada kaitan (polusi -red) dengan kemampuan verbal, non-verbal, IQ dan memori, berkurangnya kemampuan akademis, nilai sekolah rata-rata, serta masalah saraf lainnya,” tulis UNICEF pada Sabtu (9/12).

Efek polusi udara terhadap otak bayi ini bisa bersifat permanen terus dirasakan seumur hidup anak.

“Dengan dunia semakin terurbanisasi, dan tanpa perlindungan dan upaya pencegahan polusi yang cukup, akan semakin banyak anak terpapar risiko di tahun yang akan datang,” kata UNICEF.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button