CultureDestinationHeadline NewsTourism

Usai Pecahkan Rekor Muri, Tari Saman Gayo Diajak Berkeliling Eropa

Tidak sia-sia pagelaran  “Tari Saman 10.001 Penari”  yang digelar Stadion Seribu Bukit Kota Blangkejeren, Gayo Leus pada Minggu, 13 Agustus 2017 lalu. Selain memecahkan rekor muri dengan menampilkan penari sebanyak 12.262 orang penari ini, pagelaran tari Saman Gayo diajak bekeliling eropa. Tarian ini akan menggelar pertunjukan lewat program Europalia Art Festival ke sejumlah negara eropa mulai 10 Oktober 2017 hingga21 Januari 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Gayo Lues Syafruddin belum dapat memastikan berapa jumlah penari yang akan tampil dalam event ini. Namun penari-penari Saman Gayo yang diberangkatkan telah melewati kurasi dari satu tim di Jakarta.

“Saat ini masih dalam tahap kurasi. Belum tahu berapa penari yang akan dibawa. Tapi yang jelas,  nggak mungkin kita akan membawa 12 ribu penari seperti saat pecahkan rekor kemarin,” ujar Syafruddin, Selasa, 29 Agustus 2017.

Dipilihnya Tari Saman Gayo dipilih  untuk ikut Europalia Art Festival sudah melewati beberapa penilaian. Para penari yang tampil saat pagelaran  “Tari Saman 10.001 Penari”  ternyata sudah diperhatikan oleh Tim Europalia didampingi tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kita sudah undang sejumlah tim penari Saman yang dianggap berpotensi di antaranya penari Saman dewasa dan cilik,” terang Syafruddin.

Tim kurator Europalia akan menyaksikan langsung sekaligus merekam semua aksi dari masing-masing penari saman sebagai bahan penilaian mereka di Jakarta.

“Harapannya, siapapun yang terpilih nanti bisa membawa nama harum Indonesia secara umum, khususnya Gayo Lues,” tutup Syafruddin.

Keikutsertaan Tari Saman Gayo ini juga tak lepas dari peran dua kementerian yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  serta Kementerian Pariwisata.

“Kami bersyukur dalam bulan ini saja dua Kementerian sudah turun langsung ke Gayo Lues dalam rangka meningkatkan kualitas Pariwisata. Tentu komunikasi ini akan terus kita jalin dengan baik,” sambung Syafruddin.

Ia menjelaskan, tari Saman merupakan salah satu tarian tradisional khas Tanoh Rencong. Tarian ini menjadi salah satu seni tari yang dipelajari di sekolah-sekolah. Di samping itu, tari Saman juga telah dikenal hingga kancah internasional.

“Tari Saman mempunyai tingkat kesulitan tinggi. Untuk menguasai gerakan tari Saman secara sempurna peserta harus mempunyai ketahanan fisik yang tinggi, kecepatan gerakan tangan, badan, dan kepala yang sinkron antara sesama anggota tari, serta pemahaman secara benar akan makna lagu,” ujar Syafruddin.

Untuk diketahui, Saman Gayo menjadi salah satu andalan Indonesia dalam Europalia Art Festival tersebut telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO, badan yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan PBB, pada 2011.

Karenanya, Menteri Pariwisata Arief Yahya, ikutan merespon rencanan kegiatan ini. “Tari Saman 10.001 Penari yang digelar Disbudpar Aceh lalua membuat mata dunia melihat ke Aceh. Rekor dunia sukses dipecahkan, dan sekarang perwakilan penarinya bakal keliling Eropa mempromosikan Indonesia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button