Yusavia Shiera Monica Jalankan Misi Kemanusiaan untuk Palestina

Putri Pariwisata Indonesia Best Live Instagram 2023 Yusavia Shiera Monica, yang juga berprofesi sebagai pramugari, ditugaskan oleh maskapai tempatnya bekerja Lion Air, untuk menjalankan misi kemanusiaan untuk Palestina pada 22 November 2023.
Misi yang di emban Putri Binaan Yayasan EL JOHN Indonesia ini bersama tim, yakni membawa bantuan untuk rakyat palestina yang menjadi korban serangan militer Israel.
Bantuan tersebut merupakan bantuan kemanusiaan tahap kedua dari Indonesia yang dilepas langsung oleh Presiden Joko Widodo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada 20 November 2023. Bantuan yang dikirim ini terdiri dari obat-obatan dan peralatan medis senilai Rp31.9 miliar.


Perempuan yang akrab disapa Yusa ini mengatakan, ia baru pertama kali ditugaskan untuk melakukan penerbangan dengan misi kemanusiaan. Ia merasa senang ditunjuk perusahaannya untuk berangkat mengantarkan bantuan untuk Palestina.
Rute yang ditempuh melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta menuju El Arish International Airport, Mesir. Penerbangan ini memakan waktu 11 jam 30 menit menggunakan pesawat berbadan besar Airbus A330-900 Neo tanpa transit.
“Bandara El Arish merupakan bandara militer dan merupakan bandara terdekat dengan Gerbang Rafah (perbatasan Mesir dan Palestina) hanya 30 KM dari bandara El Arish. Bantuan yang diberikan merupakan bantuan logistik beserta bantuan medis,” ucapnya.

“Ada banyak cerita saat di sana karena bandara tersebut merupakan bandara militer, sehingga peralatan di sana terbatas termasuk pesawat tidak dapat melakukan pengisian bahan bakar di sana,” tambahnya.
Yusa mengatakan, pesawat yang datang dari berbagai negara yang berisi bantuan untuk Palestina. Butuh waktu sekitar delapan jam menunggu penurunan kargo. Selain itu, dalam penerbangan juga diikuti oleh sembilan tamu VIP perwakilan dari Indonesia.
“Total dua hari kami berada di pesawat karena crew, tamu VIP, dan pesawat berangkat dari Indonesia langsung kembali ke Indonesia dengan transit di Jeddah hanya untuk pengisian bahan bakar untuk kembali ke Indonesia,” jelasnya.

Dari misi kemanusiaan ini, Yusa berharap perang dapat segera berakhir, terlebih ada banyak korban yang berjatuhan setiap harinya, mulai dari anak-anak hingga warga sipil.
“Dengan alasan kemanusiaan tentunya saya ingin terlibat lagi. Pengalaman serta rasa kepedulian pastinya akan mengalahkan rasa takut dan cemas. Saya memiliki kemampuan yang terbatas, namun hanya dengan seperti ini kiranya dapat berkontribusi membantu sesama,” katanya.
