Yayasan EL JOHN Indonesia Salurkan Air Bersih ke Korban Kekeringan di Pacitan
Yayasan EL JOHN Indonesia cabang Pacitan, Jawa Timur, pada hari Minggu (29/9/2019) memberikan bantuan kepada warga yang mengalami kekeringan. Bantuan yang diberikan ini, berupa penyaluran air bersih kepada dua dusun di Pacitan yakni Dusun Mantenan, Desa Sidomulyo Kecamatan Kebonagung sejumlah 3000 ribu liter dan Dusun Pager Gunung, Desa Sukodono, Kecamatan Donorojo sebanyak 4000 ribu liter
Dua dusun tersebut menjadi wilayah yang mengalami kekeringan terparah di Pacitan. Bantuan ini, sambut baik oleh warga. Untuk menyalurkan air bersih ini, Yayasan EL JOHN Indonesia menyiapkan mobil tangki air bersih. Penyaluran air bersih ini, berlangsung dengan tertib, sehingga air bersih pun tersalurkan tepat sasaran.
Ketua Yayasan EL JOHN Indonesia cabang Pacitan, Suyitno mengatakan bantuan ini, berikan karena wilayah yang mengalami kekeringan begitu banyak, sehingga bantuan dari Pemerintah Daerah belum dapat menjangkau seluruh wilayah.
“Ini yang menyebabkan Yayasan El John Indonesia cabang Pacitan memberikan bantuan kepada daerah-daerah yang mengalami kekeringan. Hal ini juga sesuai dengan misi dari Yayasan, untuk bergerak di bidang sosial kemasyarakatan,” kata Suyitno saat dihubungi tim liputan EL JOHN News, Senin (30/9/2019).
Menurut Suyitno bantuan ini, diberikan untuk meringankan beban warga yang mengalami kekeringan. Bantuan yang diberikan ini dilakukan secara mandiri, dengan membeli air bersih langsung dari PDAM Pacitan.
Suyitono mengungkapkan bahwa ancaman kekeringan ini, masih terus terjadi mengingat musim hujan masih dua atau tiga bulan lagi. “Selama musim penghujan belum datang, dan warga masih membutuhkan air bersih, kami akan tetap berusaha membantu untuk meringankan beban masyarakat,” ungkap Suyitno.
Meski musim hujan masih lama, namun Suyitno berharap bencana ini tidak terus berlanjut. Pasalnya bencana ini, tidak hanya menyebabkan sulitnya warga memenuhi kebutuhan sehari-sehari seperti mandi dan mencuci, namun juga menyulitkan warga untuk mencari nafkah.
“Kami berharap musim kemarau segera berlalu, sehingga warga tidak kesulitan mendapatkan air bersih, serta petani dapat kembali bercocok tanam untuk menjalankan perekonomian mereka. Kami juga berharap, selama belum terpenuhi kebutuhan air bersih, agar lebih banyak dari pihak lain yang membantu untuk meringankan beban masyarakat,” harap Suyitno.
Seperti diketahui, Kabupaten Pacitan menjadi salah satu yang berpotensi mengalami bencana kekeringan. Sedikitnya ada 45 desa di wilayah Pacitan mengalami kekeringan.
Dari total 45 desa tersebut 13 desa berpotensi kering kritis, antara lain di Desa Jlubang, Desa Pelem, Desa Ngadirejan, Desa Sugih waras, Desa Pucangsewu, Desa Sambong, Desa Ponggok, Desa Tambakrejo, Desa Borang, Desa Pager Kidul, Desa Sudimoro, Desa Sembowo, Desa Karang Mulyo.
Sedangkan lima desa berpotensi kering langka terbatas, antara lain Desa Punung, Desa Mendolo Lor, Desa Ploso Kecamatan Punung, Desa Gembong, dan Desa Temon.

