60 Persen Industri Kreatif Dipimpin Perempuan, Wamen Ekraf: Ini Kekuatan Besar Indonesia

0
WhatsApp Image 2026-05-01 at 17.27.57

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menjadi keynote speaker dalam acara Srikandi Vol. 2 (Foto: Birkom Kemenekraf)

El John News, Jakarta-Peran perempuan dalam industri ekonomi kreatif Indonesia kian tak terbantahkan. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen sektor kreatif di Tanah Air saat ini dipimpin oleh perempuan, yang dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan baik dari sisi estetika maupun kolaborasi lintas peran.

Hal tersebut disampaikan Irene saat menjadi pembicara utama dalam acara Srikandi Vol. 2 bertema Women Shaping Creative Ecosystem yang digelar di Lippo Mall Nusantara, Jumat (1/5/2026).

Menurut Irene, kekuatan industri kreatif justru terletak pada keseimbangan peran antara perempuan dan laki-laki. Perempuan dinilai memiliki kepekaan dalam menciptakan nilai estetika, sementara laki-laki berperan memastikan aspek fungsional berjalan optimal.

“Industri kreatif adalah sektor yang secara gender cukup seimbang, karena keindahan dan fungsi berjalan beriringan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dominasi perempuan paling terlihat di sejumlah subsektor seperti fesyen, kriya, dan kuliner. Namun, tren positif juga mulai terlihat di sektor lain, termasuk industri gim, yang kini semakin banyak melahirkan talenta perempuan berprestasi hingga ke tingkat global.

Lebih jauh, Irene menegaskan bahwa kesetaraan dalam industri kreatif tidak hanya diukur dari jumlah partisipasi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan nilai tambah ekonomi yang nyata. Kreativitas, kata dia, harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran perempuan. Ia menilai kehadiran ruang seperti Srikandi Vol. 2 menjadi sarana strategis untuk memperluas akses dan kesempatan bagi perempuan di berbagai bidang.

Veronica juga menyoroti program Care Ekonomi sebagai peta jalan untuk mendorong kesetaraan gender melalui pendekatan pengakuan, pengurangan, dan redistribusi beban pengasuhan atau konsep 3R. Program ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi perempuan dalam aktivitas ekonomi secara lebih luas.

“Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan sektor swasta sangat penting agar perempuan memiliki akses, kapasitas, dan peluang yang setara,” ungkapnya.

Acara Srikandi Vol. 2 sendiri merupakan inisiatif yang dihadirkan oleh Lippo Malls Indonesia sebagai platform kolaboratif. Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri kreatif perempuan, pelaku UMKM, serta ekosistem gaya hidup dalam satu wadah untuk memperkuat jejaring dan membuka peluang kerja sama lintas sektor.

Sejumlah tokoh turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, di antaranya Intan Anggita Pratiwie, Friesia Sutjiati Widjaja, serta Megasandra Simanjuntak.

Dalam kegiatan ini, Irene juga didampingi oleh Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif, Neli Yana.

Melalui forum ini, pemerintah berharap ekosistem ekonomi kreatif Indonesia semakin inklusif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *