724 Kepiting Dilepasliarkan di Kawasan Ekowisata Mangrove
Kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo kini menjadi habitat baru bagi 724 kepiting setelah dilepasliarkan di dermaga perairan kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo. Kegiatan ini diikuti puluhan pelajar SMPN Surabaya yang berlokasi di kawasan Ekowisata Mangrove, peneliti dari Universitas Hang Tuah, dan juga jajaran Pemkot Surabaya. Kegiatan ini dibuat sebagai bentuk persiapan menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-724.
Kepiting yang dilepasliarkan ini adalah kepiting jenis kepiting bakau Scallia Serrata, berusia dua hingga tiga bulan. Untuk ukurannya mencapai 15 sentimeter dan beratnya kurang dari 200 gram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Djoestamadji mengatakan , kepiting ini sengaja dilepas untuk dibudidayakan dan ditangkar agar berkembang biak di alam bebas.Terutama dengan kondisi air payau yang tinggi kadar garamnya dianggap cocok untuk kepiting berkembang biak.
“Usai dilepas, biasanya kepiting akan kawin sekali di mangrove ini. Setelah kawin mereka akan ke laut untuk bertelur, lalu kembali ke sini lagi. Proses ini bisa berlangsung selama lima kali,” kata Djoestamadji.
Diharapkan kepiting ini bisa berkembang biak di wilayah hutan Mangrove Wonorejo. Menurut Djoestamadji kegiatan pelepasan kepiting ini sejalan dengan Permen Kelautan No 56 Tahun 2012 yang mendukung untuk tidak menangkap ikan undersize dan mencanangkan untuk budidaya ikan laut.
“Saya berharap ke depan akan lebih banyak warga yang mau mengkonsumsi ikan laut. Sekaligus meningkatkan perekonomian warga yang tinggal di kaawasan Mangrove Wonorejo,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan Putu Sumardiana, Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (KIPM). Ia mengatakan biasanya pelepasliaran kepiting dilakukan di luar Surabaya.
“Seperti di Sidoarjo, Lamongan, dan juga kota lain. Namun sekarang kita tahu bahwa wilayah Surabaya punya kawasan mangrove yang punya karakteristik yang baik untuk kembang biak dari kepiting,” katanya.
Sementara itu Dr Nirmalasari Ida Wijaya dosen Teknik dan llmu Kelautan Universitas Hang Tuah mengatakan ada tiga ekor kepiting yang sedang bertelur yang dilepaskan dalam kegiatan ini.
