Pembenahan Sektor Pariwisata Sulsel Ditargetkan Selesai Tahun 2020
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah (NA) mengatakan, pariwisata adalah iklan atau media promosi terbaik suatu daerah, termasuk untuk sulsel.
“Pariwisata itu sebenarnya adalah iklan paling bagus. Caranya, siapkan kawasan wisata itu secara apik. Termasuk ciptakan keamanan, kenyamanan, terus infrastruktur, fasilitas umum, restoran dan sebagainya, karena ini akan menjadi iklan,” kata Nurdin Abdullah.
Namun, kalau menemukan sesuatu yang tidak bagus juga akan menjadi iklan buruk dan menyebabkan penurunan kunjungan wisata. Hal itu disampaikan NA usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Selatan 2019 sekaligus HUT Ke-48 di Hotel Novotel, Makassar, Sabtu (2/2). Tema yang diangkat “Optimalisasi Pariwisata di Sulawesi Selatan”.
Sulsel sendiri memasuki tahun 2019 mulai melakukan penataan. Orang yang berkunjung ke Sulsel dapat menemukan dan menikmati fasilitas rest area, ada objek tertata dengan baik.
“Orang kemana bisa mampir, terus di kawasan wisatanya juga tertata dengan bagus, bisa beli oleh-oleh, dan kuliner harus ada kuliner halal, supaya turis domestik ini akan semakin banyak, saya kira kalau ini kita lakukan akan terjadi peningkatan. Karena orang butuh wisata,” ujarnya.
Kawasan wisata yang ada telah lengkap dibenahi pada tahun 2020. Sehingga, pemerintah bisa menentukan target.
NA menyampaikan, marketing dalam industri pariwisata sangat penting. Namun harus didukung oleh kesiapan daerah di sektor pariwisata. Bahkan ketika keluar Sulsel, saat bertemu dengan orang, NA juga melakukan fungsi-fungsi promosi. Terutama menarik mereka untuk bersedia melakukan kegiatan di Sulsel. Sehingga untuk industri MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran.
“Saya lagi banyak marketing ke luar, itulah tugas pemerintah,” pungkasnya