Fitri Carlina Sukses Bikin Ribuan Wisatawan Bergoyang di Festival Cap Go Meh Singkawang

0
unnamed (2)

Penampilan penyanyi dangdut ibukota Fitri Carlina   di festival Cap Go Meh Singkawang2019 berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung. Para pengunjung bukan hanya warga sekitar,  namun  ada  wisatawan,   baik wisatawan nusantara ( wisnus) maupun wistawan mancanegara (wisman) yang sengaja datang ke Singkawang untuk menyaksikan Festival Cap Gomeh.

Bahkan wisatawan yang datang ke Singkawang  jumlahnya cukup besar saat digelarnya Festival  yang digelar untuk merayakan Tahun Baru Imlek ini.

Festival yang dikemas dengan konsep konser musik terbukti ampuh dan efektif dalam mendatangkan wisman. Apalagi, dihadirkan pula pedangdut terkenal Fitri Carlina yang sudah sangat popular bagi warga Malaysia

“Musik dangdut sudah sangat populer di Malaysia. Konser semacam ini selalu digemari di wilayah perbatasan. Penggemar Fitri Carlina pun terhitung banyak di Malaysia. Sehingga kehadirannya akan efektif menopang cross border tourism,” kata Menpar dalam siaran pers, Minggu (10/2/2019).

Menpar menegaskan, wisatawan Malaysia paling mudah ditarikan ke Indonesia lewat perbatasan. Karenanya, beragam atraksi terus digencarkan di dekat pintu-pintu masuk Tanah Air. Termasuk di Singkawang, Kalimantan Barat.

“ Harus inovatif dan kreatif. Masyarakat perbatasan juga harus bisa menyambut wisatawan dengan baik. Konser yang digelar di perbatasan selalu banyak pengunjung, khususnya dari Malaysia. Karena itu, hadirnya artis ibukota jelas semakin memeriahkan Festival Cap Go Meh di Singkawang. Terima kasih kepada pemerintah setempat yang sudah mulai menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor utama,” ujar Menpar

Tahun ini, kegiatan berlangsung selama 18 hari, tanggal 3-20 Februari.

“Beragam acara digelar, antara lain expo produk UMKM dan jasa, termasuk pentas seni dan budaya. Di lokasi, panitia juga membuat replika singa setinggi 8,8 meter yang akan dicatatkan dalam rekor MURI,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Menurut Adella, replika singa tersebut sudah dipersiapkan sejak 4 bulan lalu menggunakan bahan styrofoam. Uniknya, replika tersebut dibuat oleh penyandang disabilitas. Ini tentu menjadi hal luar biasa dan patut diapresiasi.

“Nanti juga akan ada prosesi ritual buka mata replika 12 naga di Pekong (Vihara) Tri Darma Bumi Raya, Festival Lampion, Ritual Sembahyang Dewa Langit, Festival Kuliner, dan lain-lain,” ungkapnya.

Khusus pada Festival Cap Go Meh, yang paling ditunggu adalah parade tatung Dayak – Tionghoa yang digelar di puncak Festival Cap Go Meh. Setiap tahun, ada kurang lebih 1.000 tatung berparade sambil memamerkan kesaktiannya. Pengertian tatung yaitu sosok manusia yang menurut beberapa kepercayaan sedang dirasuki roh dewa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *