Tahun Ini Akan Dibangun 5.200 Unit Pasar, Presiden: Ini Bukti Pemerintah Bangun Ekonomi Kerakyatan

0
Dialog-Soal-Pasar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan Pemerintah selalu memperhatikan para pedagang pasar agar dapat berdagang dengan nyaman dan aman. Untuk mendukung hal itu dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. Karena itu, Pemerintah tetap  membangun pasar rakyat yang saat ini belum terealisasi. Tahun ini, akan dibangun dan direvitalisasi 5.200 unit pasar rakyat.

Jokowi menjelaskan, pembangunan dan merevitalisasi pasar rakyat ini menjadi dasar utama dalam pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Dengan demikian, kekuatan ekonomi Indonesia bisa lebih stabil.

“Saya apresiasi Kementerian Perdagangan yang sudah membangun lebih dari 4.200 pasar tradisional. Artinya perhatian kita ke pasar dalam empat tahun ini betul-betul nyata, kita perbaiki fisik dan manajemennya,” kata Presiden  pada Peresmian & Penyerahan Penghargaan Pasar Rakyat Indonesia, serta Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Hall 3a ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Selasa (12/3/2019).

Jumlah ini, dikatakan Presiden belum termasuk pembangunan pasar desa. Dalam empat tahun ini, setidaknya sudah tebangun 8.900 unit pasar desa.

“Hati-hati, pasar rakyat ini penting sekali ke depan. Pasar harus bersih ada tempat parkir, tidak becek, tidak bau, ada tempat parkir. Kalau tidak ada ini, jangan harap pasar itu ramai,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga meminta kepada  pemangku kepentingan di sektor perpasaran untuk selalu siap menghadapi perkembangan teknologi digital. Presiden mengakui banyak mendapat keluhan dari pedagang terkait kehadiran teknologi ini. Mereka mengaku kalah saing dengan perdagangan sistem online.

Solusinya, menurut Presiden, pasar rakyat juga harus terintegrasi dengan teknologi digital. Caranya dengan membuat aplikasi yang dapat menjangkau   konsumen lebih luas lagi.

Terkait hal ini,  meminta kepada Kementerian Perdagangan agar pasar-pasar kita juga mulai membangun ekosistem online tetapi juga memperbaiki ekosistem offline-nya, sehingga pasar rakyat memiliki marketplace, memiliki platform untuk menyiapkan diri menuju kepada era digital yang sekarang sudah masuk ke Indonesia.

Ekosistem offline-nya itu apa? Menurut Presiden, masih banyak sekali yang bisa kita kerjakan, ini tugasnya bupati dan wali kota. “Perbaiki kemasan (packaging) produk-produk yang ada di pasar yang berasal dari pengrajin, berasal dari nelayan, berasal dari petani, perbaiki packagingnya,” tuturnya.

Presiden juga  meminta kepada Bupati/Wali kota agar menganggarkan yang namanya mesin kemasan dalam APBD. Harga mesin ini, menurut Presiden, hanya Rp200 juta sudah bisa membuat kemasan yang sangat baik. “Packaging sangat penting untuk nanti bisa masuk ke marketplace online,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *