Pemerintah Buka Peluang Penurunan Harga Pertamax, Ini Syaratnya

0
per-1-mei-harga-bbm-nonsubsidi-pertamina-turun

Petugas SPBU sedang mengisi BBM Pertamax ke kendaraan roda empat (Foto: Humas Pertamina)

El John News, Jakarta-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi apabila harga minyak mentah dunia mengalami pelemahan. Pernyataan ini sekaligus menjadi respons atas munculnya desakan sejumlah kelompok masyarakat yang meminta harga Pertamax diturunkan.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi ditentukan berdasarkan mekanisme harga keekonomian yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan pasar energi global, termasuk pergerakan harga minyak mentah dunia.

“Apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM nonsubsidi juga akan turun,” kata Dwi di Kantor Bakom RI, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, prinsip yang diterapkan pemerintah terhadap BBM nonsubsidi berbeda dengan BBM subsidi. Produk nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dex Series mengikuti mekanisme pasar sehingga harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi global.

Dwi menjelaskan bahwa penyesuaian harga tidak hanya berlaku saat harga minyak dunia turun, tetapi juga ketika terjadi kenaikan harga energi internasional.

“Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau, tidak terhindarkan harga BBM nonsubsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap dipertahankan. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

“Kalau untuk BBM subsidi, ini dipastikan oleh Pak Presiden sesuai disampaikan juga oleh Menteri ESDM, untuk BBM subsidi Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan,” kata Dwi.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat rentan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Sementara itu, untuk produk BBM nonsubsidi, pemerintah memberikan ruang bagi badan usaha, baik milik negara maupun swasta, untuk melakukan penyesuaian harga sesuai perkembangan pasar.

“Ini mekanismenya memang mengikuti mekanisme harga pasar,” tegas Dwi.

Menurut Dwi, pemerintah selama ini berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan menjaga stabilitas ekonomi nasional dan keberlangsungan sektor energi. Bahkan ketika sejumlah negara di kawasan telah melakukan penyesuaian harga BBM lebih dahulu, pemerintah masih berusaha menahan gejolak harga demi menjaga daya beli masyarakat.

Karena itu, pemerintah akan terus mencermati perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan. Jika tren penurunan berlanjut, maka harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, berpotensi mengalami penyesuaian ke level yang lebih rendah.

“Jika harga minyak dunia menunjukkan tren penurunan, maka harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, berpotensi ikut mengalami penyesuaian ke level yang lebih rendah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *