Akibat Banjir Bandang, Ferstival Crossborder Skouw di Jayapura Diundur

0
IMG_20190312_185604

Banjir bandang yang melanda kabupaten Sentani, Jayapura, Papua pada Sabtu malam (17/3/2019), berdampak pada event pariwisata yang digelar di Sentani, yakni Festival Crossborder Skouw 2019. Akibat musibah itu, Festival yang sedianya dilangsungkan 26-28 Maret 2019 terpaksa diundur pada tanggal 9-11 Mei 2019. Lokasinya ada di PLBN Skouw, Jayapura, Papua

Pengunduran event ini merupakan bentuk empat Kementerian Pariwisata sebagai pihak penyelenggara kepada para korban banjir bandang. Selain itu, event ini karena kondisi Sentani yang porak poranda akibat hantaman banjir bandang.  Terkiat kondisi di Sentani ini, Gubernur Papua sudah menerbitkan surat Status Siaga Darurat. Surat bernomor 362/3146/SET, tanggal 19 Maret 2019, menerangkan jika status diberlakukan selama 7 hari. Gubernur juga meminta masyarakat mewaspadai potensi terjadinya banjir dan tanah longsor susulan.

“Imbauan gubernur harus diperhatikan dan upaya pemulihan dikedepankan. Untuk itu, Festival Crossborder Skouw ditunda Mei. Kami berharap publik bisa memahami,” ungkap Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, Kamis (21/3/2019).

Karena adanya pengunduran event, maka formasi acara pun berubah. Bintang tamu asal Papua Nugini yang rencananya hadir menghibur adalah Mixmate Band. Namun mereka nanti akan digantikan olej band Papua Nugini lainnya yakni Vanimo Natives.

Sementara bintang utama festival tetap penyanyi reggae Ras Muhammad. Konten lainnya dipastikan tidak berubah. Festival Crossborder Skouw tetap menampilkan Festival Paduan Suara lintas bangsa dengan 11 peserta. Komposisinya, ada 6 peserta dari Skouw dan 5 group asal Vanimo, Papua Nugini. Paduan suara ini berasal dari Gereja-Gereja pada 2 wilayah tersebut.

Selain komposisi utamanya, Festival Crossborder Skouw juga akan mempertahankan konten lainnya. Event ini akan menampilkan Festival Paduan Suara lintas bangsa dengan 11 peserta. Komposisinya, ada 6 peserta dari Skouw dan 5 group asal Vanimo, PNG. Paduan suara ini berasal dari Gereja-Gereja pada 2 wilayah tersebut.

Untuk potensi bisnisnya, Festival Crossborder Skouw 2019 tetap memberi space utama bagi para pelaku bisnis. Ada bazaar yang digelar full lengkap dengan beragam produk terbaik. Selama ini, Skouw terkenal sebagai daerah penghasil kerajinan tangan dan kuliner. Kulinernya sangat khas dengan cita rasa nikmat. Ricky menambahkan, Festival Crossborder Skouw menjadi momentum bangkit Papua.

“Mari berbagi kegembiraan dan cerita optimisme di Skouw. Festival Crossborder Skouw pada bulan Mei nanti harus menjadi momentum kebangkitan Papua secara menyeluruh. Sebab, masih ada kesempatan dan peluang besar untuk menjadi lebih baik lagi. Potensi besar dimiliki destinasi ini,” lanjur Ricky.

Mengusung tema ‘Satu Dalam Keberagaman’, Papua harus bangkit lagi. Menata kembali optimismenya. Sebab, potensi pariwisata besar di miliki Bumi Cenderawasih tersebut. Dengan kekuatannya, pergerakan wisatawan PNG menuju Papua menjanjikan. Sepanjang 2018, arus wisman tetap naik 1,31%. Angka riil dari pergerakan wisatawan PNG sekitar 143.143 orang di sepanjang 2018.

“Kami turut berduka cita atas bencana yang menimpa Sentani. Kami yakin, bencana ini justru memberi kekuatan. Keteguhan untuk kembali bangkit. Upaya pemulihan harus dilakukan. Kami akan support. Performa pariwisata bagus Jayapura dan Papua tidak boleh turun. Kami optimistis, Festival Crossborder Skouw 2019 di bulan Mei akan memberikan banyak momentum terbaik,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *