Pemprov Gelar Pertemuan Dengan Tokoh Lintas Agama se Sulsel
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengundang sejumlah Tokoh Lintas Agama se Sulawesi selatan di Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Minggu (5/5).
Dalam pertemuan ini Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa kesenjangan sosial yang terlalu tajam mengakibatkan rakyat menjadi mainan politik dengan embel-embel keyakinan.
“Rakyat menjadi radikal salah satunya bisa dipicu oleh kesejangan sosial karena pelaku ekonomi makro menghantam pelaku ekonomi mikro”, jelas Wagub.
Wagub juga menyoroti tidak adanya aturan main atau batasan ruang lingkup yang mengatur para pelaku usaha saat ini. Olehnya itu perlu adanya pelibatan kerukunan dalam memproteksi agar pelaku usaha makro bersaing dengan sesama pelaku usaha makro, sementara pelaku usaha mikro juga bersaing dengan pelaku usaha mikro. Dengan demikian tidak ada proses kanibalisasi yang bisa memicu potensi pengangguran baru.
Maka dari itu Andi Sudirman Sulaiman yang juga selaku dewan pembina FKUB mengajak seluruh elemen dari berbagai lapisan masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan ini untuk berkomitmen bersama dalam melakukan pengawalan proses pembangunan dengan pendekatan kerukunan umat beragama.
Andi Sudirman juga mengimbau agar seluruh elemen menciptakan kesejukan dan kedamaian dalam bulan ramadhan dan juga bulan lainnya.
“Mari kita bersama merajuk persatuan melalui pendekatan kerukunan beragama serta menciptakan komunikasi yang intens dan Insya Allah forum seperti ini menjadi agenda rutin yang terus diadakan,” harap Andi Sudirman.
Turut hadir undangan dalam pertemuan tersebut Ketua MUI Sulsel, Ketua FKUB Sulsel, sejumlah organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah, Aisyiah, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Parisadha Hindu Dharma, Walubi, Konghuchu, Yayasan Dakwah Baji Rupa, Ikatan Mesjid dan Mushallah Indonesia (IMMIM), Persekutuan Injil Indonesia (PII), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ketua Lembaga Dakwah Islamiyah (LDII) dan KNPI.