PSMTI dan Universitas Normal Politeknik Guangdong Jalin Kerja Sama, Dukung SDM Lokal Miliki Daya Saing Global

0
WhatsApp Image 2026-07-03 at 15.18.21 (1)

Penyerahan cendramata di sela-sela acara (Foto: PSMTI/Firli)

El John News, Jakarta-Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Universitas Normal Politeknik Guangdong (GPNU) Jalin Kerja Sama, Dukung Sumber Daya Manusia Lokal Miliki Daya Saing Global

Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan langkah kunci untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Selain menyempurnakan pembangunan pendidikan dalam negeri, menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan internasional dapat membuka peluang generasi muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman pertukaran akademik dan budaya berskala internasional.

Berdasarkan visi pengembangan tersebut, pada Jumat, 3 Juli 2026, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menerima delegasi Universitas Normal Politeknik Guangdong (GPNU), perguruan tinggi ternama asal Tiongkok, di ruang pertemuan pusat organisasi lantai 42 Gedung Equity Tower, Jakarta.

Suasana pertemuan berlangsung harmonis dan bersahabat, menjadi awal eksplorasi kerja sama strategis di bidang pendidikan kedua belah pihak, yang diharapkan dapat menciptakan berbagai peluang perkembangan bagi siswa SD, SMP, SMA serta mahasiswa di Indonesia.

Hadir mewakili PSMTI antara lain Wakil Ketua Umum (WKU) Departemen Koordinasi Ormas Tionghoa, Tirtahadi Sendjaja, WKU Departemen Hubungan Internasional, Aswen S. Utomo, WKU Departemen Sosial dan Lingkungan Hidup, Lusiana Oey, beserta jajaran pengurus Departemen Sosial dan Lingkungan Hidup, yakni Dewi Zhou, Handy Kosasih, Herson Thanos, dan sejumlah pengurus lainnya.

Sementara itu, delegasi GPNU dipimpin langsung oleh Prof. Jin Yifu (金义富), Presiden GPNU, didampingi Prof. Chen Yongzhu (陈泳竹) selaku Dekan Sekolah Pascasarjana, Prof. Ma Hailong (马海龙) selaku Direktur Pusat Studi Etnis Laut Cina Selatan, Mr. Wang Long (王龙) sebagai penerjemah dari Kantor Hubungan dan Kerja Sama Internasional GPNU, Mr zhong guo sheng ( direktur utama pt anugrah cakrawala indonesia ) sebagai ketua delegasi , alumni & perwakilan GPNu yg ditunjuk diindonesia serta anggota delegasi lainnya.

Foto bersama delegasi dari GPNU dan PMSTI (Foto: PSMTI/ Firli)

Dalam pembicaraan, kedua belah pihak masing-masing memaparkan profil lembaga serta program pendidikan unggulan yang telah dijalankan, kemudian mengadakan diskusi mendalam mengenai peluang kerja sama jangka pendek dan jangka panjang yang dapat direalisasikan.

Pertemuan ini fokus membahas hal-hal terkait kerja sama pendidikan, mencakup beberapa sektor berikut:

1. Program pertukaran pelajar

2. Pelatihan khusus untuk pelajar dan tenaga teknis profesional asal Indonesia

3. Kegiatan studi tur akademik dan budaya

4. Kesempatan melanjutkan studi di Universitas Normal Politeknik Guangdong bagi pelajar Indonesia

PSMTI memandang kerja sama ini sebagai langkah penting organisasi untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Paguyuban berharap melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi internasional, semakin banyak generasi muda Indonesia dapat mengakses sumber daya pendidikan tinggi berkualitas dan memperluas wawasan internasional.

Tirta Hadi Senjaja, Wakil Ketua Umum Koordinasi Masyarakat Tionghoa, menyampaikan rasa gembira atas kunjungan delegasi Universitas Normal Politeknik Guangdong. Ia menyatakan kunjungan ini merupakan peluang penting untuk membangun kerja sama saling menguntungkan dan memberikan manfaat bagi generasi muda Indonesia.

“Kami merasa sangat terhormat dapat menerima rombongan delegasi Universitas Normal Politeknik Guangdong. Kunjungan perguruan tinggi ini bukan hanya kebanggaan bagi PSMTI, melainkan juga membangun platform berharga untuk kami memperdalam kerja sama dengan perguruan tinggi asal Tiongkok,” ujar Tirta Hadi.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama yang sedang dibicarakan kedua belah pihak akan menjadikan pendidikan sebagai jembatan untuk semakin memperkokoh hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.

“Kami tulus berharap persahabatan kedua negara terus mendalam. Yang lebih penting, kami ingin membuka saluran pendidikan lanjutan bagi remaja Indonesia agar mereka memiliki kesempatan belajar dan melanjutkan studi berskala internasional,” imbuhnya.

Tirta Hadi menyebutkan bahwa Universitas Normal Politeknik Guangdong memiliki latar belakang pendidikan yang kokoh dan pengalaman penyelenggaraan pendidikan yang melimpah. Berdasarkan fondasi pendidikan tersebut, PSMTI penuh keyakinan terhadap kerja sama ini dan yakin kolaborasi akan benar-benar memberikan manfaat luas bagi siswa dan guru di Indonesia.

“Universitas Normal Politeknik Guangdong telah menyelenggarakan pendidikan selama puluhan tahun dengan hasil pembangunan pendidikan yang melimpah. Kami berharap dapat mempelajari pengalaman unggul dari perguruan tinggi ini, membangun kerja sama jangka panjang, serta meningkatkan kualitas komprehensif sumber daya manusia lokal Indonesia secara menyeluruh,” tuturnya.

Para tamu yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan (Foto: PSMTI/Firli)

Pernyataan Perwakilan Pihak Tiongkok (Profesor Ma Hailong, Kepala Pusat Penelitian Etnis Laut Cina Selatan)

Profesor Ma Hailong memberikan penilaian positif terhadap pertemuan yang penuh nilai ini. Ia menyatakan kunjungan ke PSMTI merupakan langkah awal Universitas Normal Politeknik Guangdong untuk memperluas kerja sama dengan berbagai kalangan di Indonesia serta memperdalam pertukaran pendidikan dan budaya.

“Saya merasa sangat terhormat dapat mengunjungi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia,” ujar Profesor Ma Hailong.

Ia menegaskan bahwa saat ini hubungan antara Tiongkok dan Indonesia berada di masa terbaik sepanjang sejarah, kerja sama kedua negara di berbagai bidang seperti ekonomi, budaya dan hubungan antarwarga terus meningkat pesat, sehingga menciptakan ruang luas untuk kedua belah pihak mengembangkan kolaborasi beragam.

Profesor Ma Hailong menjelaskan bahwa terjalinnya saluran komunikasi dengan PSMTI berkat bantuan penghubung dari alumni universitas, Bapak Zhong Guosheng. Kedua pihak berencana merealisasikan sejumlah proyek kerja sama nyata, meliputi pelatihan profesional, pertukaran pelajar, serta berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia juga mengungkapkan bahwa Universitas Normal Politeknik Guangdong terus berkembang pesat, pihak kampus merencanakan untuk memperluas skala jumlah mahasiswa secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

“Skala penyelenggaraan pendidikan universitas kami terus bertambah, jumlah mahasiswa meningkat setiap tahun. Diperkirakan dalam beberapa tahun ke depan, total jumlah mahasiswa universitas akan mencapai 50.000 orang. Kami sangat menyambut pelajar berprestasi asal Indonesia untuk datang menuntut ilmu di universitas kami, serta berharap dapat merekrut lebih banyak calon mahasiswa unggul dari Indonesia melalui dukungan PSMTI,” tuturnya.

Penyerahan cendramata di sela-sela acara (Foto: PSMTI/Firli)

Selain memberikan kesempatan pendidikan dan lanjutan studi, Universitas Normal Politeknik Guangdong juga berharap melalui kerja sama ini dapat memahami Indonesia secara menyeluruh. Profesor Ma Hailong menyatakan mempelajari sejarah, budaya lokal dan kehidupan masyarakat Indonesia merupakan bagian penting untuk memperkokoh hubungan persahabatan kedua negara.

“Kami juga ingin mendalami dan memahami masyarakat serta budaya Indonesia. Oleh karena itu, kami sengaja mengunjungi PSMTI — kami menyadari bahwa organisasi ini merupakan paguyuban masyarakat Tionghoa yang berpengaruh luas dan dikenal luas di Indonesia,” katanya.

Ia berharap hubungan timbal balik yang dimulai saat ini dapat berkembang menjadi kerja sama strategis jangka panjang yang stabil, tidak hanya mendorong kemajuan bidang pendidikan, melainkan juga terus memperkokoh persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.

“Kami berharap dengan bantuan PSMTI, dapat mendalami penelitian masyarakat Indonesia dan mendukung hubungan persahabatan kedua negara agar berjalan stabil dan berkelanjutan,” tutup Profesor Ma Hailong.

Ringkasan dan Prospek Masa Depan

Seiring dengan semakin dalamnya kerja sama antara PSMTI dan Universitas Normal Politeknik Guangdong, kedua belah pihak akan benar-benar mendorong perkembangan pendidikan Indonesia serta membangun jembatan pengikat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *