MRT Sukses Beroperasi Secara Penuh Dengan Tujuh Rangkaian
HARI PERTAMA MRT BERBAYAR: Penumpang bersiap menaiki moda transportasi MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin (1/4). PT MRT Jakarta mulai memberlakukan fase operasi secara komersial (berbayar) dengan potongan harga 50 persen kepada penumpang selama bulan April 2019. FOTO: MI/ BARY FATHAHILAH
Dimulai sejak 1 Mei 2019 lalu, PT MRT Jakarta telah memberlakukan skema operasi penuh, yaitu dengan jam operasi dimulai pukul 05.00 WIB dan berakhir pada pukul 24.00 WIB setiap hari dengan selang waktu keberangkatan antar-rangkaian kereta setiap 5 menit pada waktu-waktu sibuk dan setiap 10 menit di luar waktu sibuk. PT MRT Jakarta menetapkan waktu sibuk pada 07.00-09.00 WIB dan 17.00-19.00 WIB setiap hari senin hingga jumat.
Pada waktu sibuk tersebut juga diberlakukan peraturan kereta perempuan untuk kereta nomor satu setiap rangkaian. Perusahaan juga menggunakan 14 rangkaian kereta dengan 12 rangkaian beroperasi dari Stasiun Lebak Bulus, satu rangkaian dari Stasiun Blok M, dan satu rangkaian dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia.
Sedangkan pada akhir pekan (sabtu dan minggu) dan hari libur nasional, tidak berlaku peraturan jam sibuk sehingga seluruh kereta beroperasi dengan selang waktu keberangkatan setiap 10 menit dimulai pada pukul 05.00 hingga 24.00 WIB setiap hari. Perusahaan juga menggunakan tujuh rangkaian kereta selama operasi dengan satu rangkaian sebagai cadangan. PT MRT Jakarta juga masih menerapkan potongan tarif 50 persen hingga tanggal 12 Mei 2019 mendatang untuk menambah lonjakan penumpang baru serta mempertahankan penumpang loyal.

Sebelumnya, berdasarkan data penumpang sejak operasi komersial dimulai pada 1 April 2019 lalu, masyarakat pengguna MRT Jakarta terus meningkat hingga menyentuh angka rata-rata 82 ribu orang pengguna per hari. Jumlah ini melebihi target perusahaan yang menargetkan penumpang harian di 65 ribu orang per hari. Hasil operasi tersebut juga menunjukkan angka 99,8 persen ketepatan waktu operasional kereta MRT Jakarta. Saat ini, selama bulan puasa, perusahaan juga membolehkan penumpang untuk makan dan minum hanya di saat buka puasa dan hanya untuk membatalkan puasa, tidak untuk mengonsumsi makanan dan minuman setelahnya. Peraturan ini diikuti dengan ketentuan hanya boleh mengonsumsi air putih dan buah kurma serta tetap menjaga kebersihan kereta dan stasiun.
