Indonesia – Mesir Sepakati Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi dan Kekonsuleran
Dirjen Asia dan Pasifik, Desra Percaya pimpin Konsultasi Bilateral (Konsbil) ke-6 RI-Mesir bersama Assistant Foreign Minister for Asia and Pacific Islands Kemlu Mesir, Hany Selim di Kairo (27/6/2019). Selain untuk mereview perkembangan bilateral antar kedua negara di berbagai bidang, pertemuan juga digunakan untuk tukar pandangan terkait berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
Di tengah dinamika kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis seperti saat ini, pertemuan bilateral dengan Mesir kali ini merupakan momentum yang sangat penting. Dirjen Desra Percaya menilai Mesir mempunyai posisi yang krusial dan strategis dalam mengawal stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Pertemuan sepakati 6 MoU, antara lain terkait pembentukan Sidang Komisi Bersama, pembentukan Joint Trade Committee, kerja sama perikanan, kesehatan, energi dan pertahanan.
Untuk tingkatkan akses pasar bagi produk kedua negara, Indonesia dan Mesir sepakat untuk bentuk Joint Feasibility Studies untuk menjajaki pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) antara kedua negara.
“Kedua negara merupakan kekuatan ekonomi terbesar di kawasan masing-masing. Indonesia dapat memanfaatkan Mesir sebagai hub bagi akses pasar produk Indonesia ke Afrika dan Eropa serta Timur Tengah. Sementara Mesir dapat menjadikan Indonesia sebagai hub untuk masuk ke pasar ASEAN, “ tegas Desra.
Terkait kerja sama investasi, Desra menyampaikan bahwa Mesir yang sedang menjalankan berbagai proyek pembangunan infrastruktur guna merealisasikan visi 2030, merupakan target potensial bagi outbound investment Indonesia di bidang konstruksi dan transportasi.
“Kita saat ini sedang mendorong BUMN Indonesia seperti PT. WIKA dan PT. INKA untuk tangkap peluang di Mesir. PT. INKA yang ikut dalam kunjungan ke Mesir telah kita pertemukan langsung dengan mitra potensialnya di Mesir, “ujarnya.
Dalam pertemuan, Pemri juga sampaikan proposal kepada Mesir untuk jajaki kembali pembahasan Mandatory Consular Notification (MCN) untuk tingkatkan perlindungan warga negara Indonesia di Mesir. Sebagai langkah awal, kedua negara sepakat untuk bentuk tim dialog kekonsuleran guna membahas isu-isu yang menjadi perhatian bersama.
Mesir merupakan mitra ekspor tersebesar ke-26 bagi Indonesia. Pada tahun 2018, total nilai perdagangan RI-Mesir mencapai US$ 1,10 Miliar, dengan surplus sebesar US$ 893.808,40 bagi Indonesia. Warga negara Indonesia di Mesir berjumlah 7.991 orang, dimana 6.229 diantaranya adalah mahasiswa dan 463 pekerja sektor Informal. (Sumber Kemlu)
