Disparekraf Bone Bolango Gelar Pelatihan Tentang Peluang Usaha Wisata Kuliner
Industri pariwisata di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo terus dikembangkan pemerintah daerah. Hal ini guna membuka lebar sejumlah peluang usaha, serta menjadi sumber ekonomi masyarakat.
Berbagai peluang usaha seperti kerajinan, makanan khas, kuliner dan lain-lainnya semestinya dapat dimanfatkan warga untuk meningkatkan perekonomian mereka. Pemerintah daerah juga akan terus berkomitmen seiring sejalan meningkatkan kapasitas masyarakat.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Krearif Bonbol contohnya, yang tetap berupaya menggerakkan sendi-sendi perekonomian melalui berbagai event dan kegiatan. Salah satunya adalah pelatihan kuliner bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Kegiatan pelatihan digelar selama 2 hari 18-19 oktober 2019 di ikuti kurang lebih 40 peserta, serta dibuka resmi Plh. Sekda Bonbol Taufik Sidiki di Hotel Dumhil UNG Kota Gorontalo Jumat (18/10/2019).
Taufik mengatakan, sektor wisata merupakan sektor unggulan di Provinsi Gorontalo. Khusus untuk di wilayah Bonbol, sektor pariwisata yang tersedia cukup beragam, mulai dari wisata bahari, wisata kuliner, taman laut, wisata sejarah serta adat dan budaya yang kesemuanya dikembangkan pemkab semata mata memberi manfaat peningkatan ekonomi kerakyatan.
Menurut Taufik, keanekaragaman ini patut disyukuri, sektor pariwisata di Bonbol juga lebih luas dibanding daerah lain di Provinsi Gorontalo.
“Dengan potensi wisata yang dimiliki ini, tentunya akan mendorong jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” ujar Taufik.
Sementara itu Kadispar dan Ekonomi Kreatif Bonbol Lukman A. Daud menambahkan, bicara pariwisata tentunya pengembanganya harus multi sektor. Maka dari itu lewat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah, Dispar Bonbol melakukan salah satu kegiatan peningkatan mutu yakni pelatihan kuliner.
Lukman menyebutkan, Pokdarwis merupakan kelompok yang pusat perhatiannya mengembangkan pariwisata khususnya kuliner lokal. Oleh karena itu, sudah sepatutnya pihak pemerintah membantu mengembangkan potensi sumberdaya keanggotaannya agar lebih bermutu.
“Mereka pokdarwis ini sudah punya keahlian dasar membuat kuliner pangan lokal. Tugas kita adalah membimbing mereka agar apa yang mereka buat cocok dan diminati oleh para wisatawan,” kata Lukman.
