Suguhkan Pemandangan Alam Nan Indah, Minahasa Fun Bike 2019 Siap Digelar
Kabupaten Minahasa akan kembali menggelar event tahunan komunitas pesepeda dalam rangka menyambut HUT ke-591 Kabupaten Minahasa. Tahun ini merupakan tahun ke-3 pelaksanaan sejak diselenggarakan dari tahun 2017, 2018 dan 2019. Minahasa Fun Bike (MFB) 2019 akan dilaksanakan, Sabtu, 23 November 2019.
Event ini merupakan inisiasi Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) dan Pemkab Minahasa dengan tujuan menggalakkan olahraga bersepeda, meningkatkan derajat kesehatan warga, dan menggalakkan sport tourism di Minahasa sebagai destinasi wisata nan indah menawan.
Pada 2018 lalu, Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey telah mencanangkan event ini sebagai HARI BERSEPADA SULAWESI UTARA. Pergelaran sepeda santai sembari berwisata ini, juga menelusuri jejak sejarah Kabupaten Minahasa.
Acara ini terbuka untuk umum, dan mengajak komunitas pesepeda dari seluruh Indonesia. GPPMP menargetkan 2019 ini lebih dari 1000 peserta yang berperan serta. Gelaran 2019 ini dipercayakan kepada Vivian Tirayoh Dimpudus sebagai ketua pelaksana.
RUTE GPPMP-MFB 2019
Peserta fun bike ini akan mengawali perjalanan (start) dari Lapangan Sepakbola Leilem melewati Kolongan Atas Sonder, Kiawa dan mampir di Pitstop 1 Lapangan Sepakbola Kawangkoan depan Monumen Taulu-Lapian. Melanjutkan perjalanan ke Pitstop 2 di Lapangan Schwarz Langowan melewati Tompaso. Kemudian ke destinasi wisata Sumaru Endo di Remboken sebagai Pitstop 3.
Rute GPPMP-MFB2019 berakhir di Monumen BENTENG MORAYA di Tondano. Di benteng ini banyak Bangsa Minahasa melahirkan beragam pahlawan Indonesia.
GPPMP-MFB 2019 ini menelusuri jejak sejarah dan obyek wisata seperti: Gua Jepang di Talikuran dan Tugu Pahlawan Pers Mendur Basudara, Kota Kuliner dan Monumen Lapian-Taulu (pelaku sejarah Merah Putih 14 Februari 1946) di Kawangkoan.
Selain itu, GPPMP-MFB 2019 juga menelusuri Makam Misionaris dan Lapangan Schwarz d Langowan; Obyek Wisata Danau Tondano di Sumaru Endo Remboken. Dan, melewati Patung Sarapung Korengkeng, serta menikmati kawasan Monumen Benteng Moraya di Tondano. Peserta juga akan disuguhi pula karya-karya khas seni-budaya sebagai kearifan lokal Minahasa.
