Menpar Hadiri Pembukaan Festival Pesona Palu Nomoni 2016
Menpar resmi membuka Festival Pesona Palu Nomoni 2016. Tetapi beliau ingin festival ini agar digelar setiap tanggal 27 September, bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia.
Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI secara resmi membuka gelaran spektakuler Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (24/9) malam lalu. Festival yang berlangsung dari tanggal 24 hingga 26 September 2016 ini rencananya akan menampilkan 10 ritual Balia khas Tanah Kaili itu.
“Kami sangat bangga dan senang, even kami dihadiri Pak Menteri Arief Yahya, value acara ini jadi semakin tinggi dan banyak diliput media. Kegiatan festival kami juga akan terangkat, keindahan Palu akan semakin dikenal dimana-mana,” ujar Hidayat, Walikota Palu dalam keterangan persnya, Minggu (25/9).
Selain memang sudah siap menyambut wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, kehadiran orang nomer satu di Kementerian Pariwisata itu juga sudah direncanakan dengan baik dari sisi teknis maupun non teknis.
“Ada sepuluh ritual adat balia yang menyambut pak Menpar, Ritual ini merupakan kekayaan budaya nasional di tanah Kaili,” kata Hidayat.
Salah satu juru bicara Panitia FPPN, Sudaryano Lamangkona menjelaskan, ritual yang akan menyambut menteri dan para wisatawan tersebut terdiri atas Ritual Pompoura (Tala Bala’a) dari Kelurahan Balaroa dan Ritual Adat Enje Da’a dari kelurahan Donggala Kodi, akan digelar di depan rumah makan Taman Ria, Teluk Palu.
Kemudian ada pula Ritual Tampilangi Ulujadi dari Kelurahan Kabonena dan Pompoura Vunja dari Kelurahan Petobo, dilaksanakan di Taman Datokarama. Serta tak ketinggalan Ritual Manuru Viata Kelurahan Tipo dan Ritual Adat Jinja Kelurahan Lasoani dilaksanakan di ujung Jembatan 4 Ponulele.
Balia Topoledo Kelurahan Taipa dan Vunja Ntana Kelurahan Tanamodindi dilaksanakan di Tugu Gerhana Matahari Teluk Palu. “Jelas ini juga sekaligus sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan yang tahun ini menargetkan 500 ribu wisatawan nusantara (wisnus) dan 25 ribu wisatawan mancanegara (wisman), ini perintah pak Walikota langsung,” kata Sudaryono.
Arief Yahya sendiri cukup terpesona dengan gelaran festival ini. Dia minta agar festival ini rutin digelar setiap tanggal 27 September, yang bertepatan dengan jatuhnya Hari Pariwisata Dunia.
“Saya kira tahun 2017 depan harus dirancang lebih go global, di-pas-kan di 27 September, Hari Pariwisata Dunia,” ujar Menpar Arief Yahya yang didampingi Pasha Ungu, Wakil Walikota Palu.
Kegiatan festival ini sebenarnya sudah bertahun-tahun diselenggarakan di Palu. Hanya saja nama yang membuat festival tahun ini sedikit berbeda. “Tahun lalu namanya masih Festival Teluk Palu. Lalu kenapa sekarang ada Nomoni, itu artinya adalah berbunyi. Jadi kalau diartikan, gemakan sedikit Palu maka ini akan berbunyi, seperti dengan kedatangan pak Menteri,” jelas Sudaryono.
Festival ini akan menampilkan atraksi menarik antara lain seni budaya. Kata Hidayat, kegiatan pertama sepanjang 7,2 km terdapat 520 titik pasang obor. Kemudian ada suling dengan gendang yang akan berbunyi dan obor akan menyala serentak saat pembukaan festival.
“Kegiatan kedua akan mengangkat ritual adat. Juga akan ada panggung budaya di sepanjang 7,2 km itu. Yang membuat unik lainnya adalah kendaraan yang akan mengangkut wisatawan selama festival adalah dokar,” kata Hidayat.
Festival yang telah diselenggarakan sejak tahun 2008 ini diharapkan dapat mencapai kunjungan wisatawan di tahun 2016 ini. Selain itu, perhelatan ini juga sebagai ajang melestarikan potensi wisata dengan keanekaragaman budaya dan kultur adat istiadat yang ada di Palu.
“Penyelenggaraan festival ini sebagai sarana untuk melestarikan dan mengembangkan budaya masyarakat serta meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” imbuh Hidayat.
Menpar Arief Yahya berharap event ini jangan sampai putus di tengah jalan. Jangan hanya sekali event besar terus selesai. “Kalau oke, berkesinambungan, langsung masukkan di agenda resmi event yang di-support Kemenpar pada bulan September 2017 itu,” katanya.
Ribuan pasang mata pun menyaksikan acara pembukaan Festival Pesona Palu Nomoni 2016. Acara dilanjutkan dengan menandatangi batu prasasti raksasa sebagai tanda keseriusan Sulteng menempatkan pariwisata sebagai panglima.
“Palu harus punya event internasional. Paling mudah sport tourism Tour de Celebes 2017 yang berpusat di Palu, Kemenpar akan mendukung. Palu harus punya internasional port baik airport (bandara) dan seaport (pelabuhan). Jadikan Palu sebagai hub city di wilayah timur. Itu akan membuat banyak penerbangan yang singgah dan transit di Palu sebelum membawa penumpang ke kota lain di Indonesia,” pesan Arief.
