HKTI Sumatera Selatan Pamerkan Produk Kopi Unggulan di ASAFF 2020

0
HKTI Sumatera Selatan Pamerkan Produk Kopi Unggulan di ASAFF 2020

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menggelar The 2nd Asian Agriculture Food Forum (ASAFF) yang berlangsung selama tiga hari pada 12 hingga 14 Maret 2020 di Jakarta Convention Center (JCC). Ajang ini diharapkan menjadi momen masuknya investasi negara-negara Asia ke sektor pertanian Indonesia sekaligus membuka pintu peningkatan ekspor pertanian Tanah Air.

Wakil ketua HKTI Sumatera Selatan, Zein Ismed mengatakan, ASAFF adalah suatu pameran yang fungsinya bagaimana produk-produk kita secara nasional itu bisa ke luar negeri.

“Ajang ini sangat baik bagi produk-produk kita untuk dapat ditampilkan secara internasional. Apalagi sekarang ada kemungkinan resis ekonomi. Antara lain dengan adanya virus corona akan terjadi perlambatan ekonomi internasional dan kesempatan bagi kita untuk menggerakkan ekonomi domestik, dan ekonomi domestik yang signifikan adalah pertanian. Nah, oleh sebab itu, dalam kesempatan ini kami sedang mengusulkan satu konsep yang kita sebut program agriculture busines pancasila,” ujar Zein kepada eljohnnews.com.

Menurut Zein, inti kekuatan ekonomi kita itu sebenarnya ada tiga menurut Undang-Undang Dasar. 1. BUMN, 2. Swasta, 3. Koperasi. Tapi yang ketiga ini sudah banyak yang ditinggalkan. Pemerintah sudah memberikan perhatian dengan adanya departemen koperasi, tetapi kenapa koperasi lemah di Indonesia. Nah, harusnya mereka berkolaborasi. Kita berharap ketiga ini bukan untuk bersaing, tetapi untuk mendorong koperasi agar lebih kuat.

Ia menjelaskan, bahwa sebetulnya produk unggulan pertanian Sumatera Selatan ada kelapa sawit, karet, dan kopi. Tetapi di ASAFF ini kita fokus pada kopi. Karena perlu diketahui bahwa Sumatera Selatan itu adalah produsen kopi yang terbesar di Indonesia dan kita juga punya kebun kopi yang terluas, tetapi produk kita belum banyak dikenal.

“Saya berterimakasih sekali kepada EL JOHN sudah memberikan kita kesempatan untuk memperkenalkan dan kalau kopi ini kita angkat biasa menjadi kekuatan nasional juga.

 

Sekarang produktivitas kita itu rendah 0,6 sampai 0,9 ton per tahun per hektare, sedangkan Vietnam sudah 3 sampai 5 ton per tahun per hektare. Artinya kita masih biasa meningkatkan produktivitas menjadi 3 kali lipat. Kalau 3 kali lipat saja maka produksi kopi kita dari Sumsel itu sama dengan produksi nasional sekarang. Dengan kata lain, kalau pemerintah sungguh-sungguh menanganinya, kita bisa menjadi pemain internasional, kita bisa menyusul Vietnam. Perlu diketahui bahwa Vietnam itu dulu belajar dengan kita.

Jenis kopi yang dibawa oleh HKTI Sumsel ada 2 jenis, yaitu PW kopi dan kopi bubuk benoa. Ini semua jenis premium kopi yang dibawa.

“Jadi ini keunggulan-keunggulan Sumatera Selatan yang selama ini mungkin masih menjadi potensi. Kalau pemerintah sungguh-sungguh, ini bisa menjadi kekuatan ekonomi kita dan bisa menjadi pemain dunia. Saya berharap ASAFF berikutnya lebih meriah dan harus lebih menseleksi produk-produk yang memang berorientasi ekspor,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *