BPS Proyeksikan Produksi Padi Turun, El Nino dan Cuaca Ekstrem Jadi Ancaman

0
12ae63af-f6a2-4cb1-97d9-74fc04304c94

Data proyeksi BPS menunjukkan produksi padi nasional selama Januari hingga Juli 2026 berpotensi mengalami penurunan (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi padi nasional pada periode Januari hingga Juli 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari perubahan pola cuaca, ancaman kekeringan, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga potensi dampak fenomena El Nino yang mulai dirasakan di berbagai wilayah.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa luas panen padi pada April 2026 tercatat sebesar 1,40 juta hektare. Angka tersebut turun 15,47 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 1,65 juta hektare.

Sementara itu, potensi luas panen padi pada Mei hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 2,69 juta hektare atau turun sekitar 0,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Dengan demikian, luas panen padi sepanjang Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 7,20 juta hektare atau mengalami kenaikan sekitar 0,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Namun angka ini masih dapat berubah tergantung kondisi pertanaman padi, seperti serangan hama, banjir, kekeringan, maupun waktu panen petani,” ujar Pudji Ismartini di kantor BPS, Senin (2/6/2026).

Sejalan dengan perkembangan luas panen, produksi padi nasional juga menunjukkan tren penurunan. Pada April 2026, produksi padi tercatat sebesar 7,63 juta ton gabah kering giling (GKG), turun 16,03 persen dibandingkan April tahun sebelumnya yang mencapai 9,09 juta ton GKG.

Untuk periode Mei hingga Juli 2026, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 13,75 juta ton GKG atau turun 1,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Produksi padi sepanjang Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 38,11 juta ton GKG atau mengalami penurunan sebesar 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” kata Pudji.

Penurunan produksi padi turut berdampak pada produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat. Pada April 2026, produksi beras tercatat sebesar 4,40 juta ton, turun 16 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 5,23 juta ton.

BPS mengingatkan bahwa proyeksi tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Faktor cuaca, termasuk potensi El Nino, menjadi salah satu variabel yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengurangi ketersediaan air bagi lahan pertanian dan menurunkan produktivitas tanaman.

Meski demikian, pemerintah bersama para pemangku kepentingan di sektor pertanian diharapkan dapat melakukan langkah antisipatif guna menjaga produksi pangan nasional tetap stabil. Upaya tersebut penting untuk memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim dan dinamika cuaca global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *