Jumlah Pasien Virus Covid-19 Terus Meningkat, Pemerintah Tambah RS Rujukan
Semakin bertambahnya jumlah pasien positif virus Covid-19, membuat Pemerintah menambah jumlah rumah sakit rujukan. Ada 227 rumah sakit baru yang disiapkan Pemerintah untuk menangani para pasien.
Memperbanyak jumlah rumah sakit ini merupakan mandat Presiden Jokowi. Rumah sakit yang disiapkan itu terdiri dari 109 RS milik TNI, 53 RS Polri, 65 RS BUMN.
”Sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh presiden bahwa 109 RS milik TNI, 53 RS Polri, dan 65 RS BUMN sudah siap untuk melaksanakan perawatan penderita Covid-19,” kata Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Selasa (17/3/2020).
Rumah Sakit Pertamina merupakan salah satu rumah sakit yang ikut berkontribusi menjadi tempat perawatan bagi pasien virus covid. Rumah sakit ini telah mendedikasikan seluruh ruangannya untuk pasien kasus Covid-19.
Hingga saat ini sudah ada 172 pasien yang dinyatakan positif virus covid-19. Jumlah tersebut terjadi setelah ada penambahan sebanyak 38 pasien. Dengan jumlah yang terus membengkak ini, maka disiapkan 227 rumah sakit baru yang diharapkan dapat mengoptimalkan perawatan terhadap pasien, sehingga pasien pun tak terlantar dan segera mendapatkan pertolongan.
”Dari 172 ini terbanyak di DKI. Kita maklumi bahwa pintu gerbang masuk (orang dari berbagai daerah) ke DKI cukup besar. Kemudian mobilitas penduduk sangat tinggi, dan kemungkinan terjadinya kontak dari kasus-kasus positif yang kita dapatkan juga cukup besar,” ujar dia.
Didapatkannya banyak kasus pasien positif Covid-19 di Jakarta merupakan hasil dari tracing kontak pasien positif. Tracing kontak tersebut dilakukan oleh jajaran Dinkes DKI yang dibantu oleh unsur kepolisian dan Pemda.
Dari banyaknya kasus Covid-19 itu tidak semua pasien dirawat di rumah sakit. dr. Achmad mengatakan masih puluhan kasus yang hasil pemeriksaannya negatif yang diminta untuk self isolated.
”Dari seluruh kasus ini sudah barang tentu yang kita curigai tidak seluruhnya kami rawat di RS. 172 pasien adalah kasus yang dirawat di RS, sementara ada puluhan lagi yang hasilnya masih negatif tapi gejalanya tidak terlalu berat kami minta melakukan self isolated di rumah,” katanya.
