Resmi Dilantik Sebagai Kepala BGN, Nanik S. Deyang Prioritaskan Pembenahan MBG

0
4418IMG-20260608-WA0083

-Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang sedang diwawancarai sejumlah awak media usai pelantikan (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta-Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui berbagai langkah penataan dan efisiensi. Bersama Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono, Nanik berupaya memastikan program strategis tersebut tetap berjalan optimal tanpa menambah beban anggaran negara.

Pernyataan itu disampaikan Nanik usai dilantik Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Menurutnya, efisiensi menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan program, namun tidak akan mengurangi kualitas maupun tujuan pemberian gizi kepada masyarakat.

“Kami concern pada efisiensi anggaran agar bisa tidak membebani anggaran negara pada saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target dari yang kita berikan gizi,” jelas Nanik.

Sebagai langkah awal, BGN akan melakukan moratorium pembangunan dapur MBG guna mengevaluasi kebutuhan riil di setiap wilayah. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah dapur yang tersedia telah sesuai dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani.

“Kita tata apakah dapur ini melayani, ini sudah bisa melayani sebetulnya dengan penerima manfaat yang ada atau sebetulnya berlebihan,” pungkasnya.

Selain penataan infrastruktur pendukung program, BGN juga akan melakukan refocusing terhadap penerima manfaat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan gizi benar-benar diterima oleh kelompok yang paling membutuhkan intervensi.

“Jadi kita akan arahkan nanti benar-benar pada anak-anak atau penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi. Ini kita akan refocusing sehingga apakah 63 juta yang sekarang ada ini bener tuh 63 juta ini butuh. Atau sebetulnya bisa dikurangi kemudian nanti kita tambah yang belum memperoleh,” jelasnya.

Nanik menegaskan bahwa pada tahun 2026, BGN tidak lagi berorientasi pada penambahan jumlah dapur atau cakupan semata. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas layanan dan kepatuhan terhadap standar operasional yang telah ditetapkan.

“Kami juga sudah sampaikan ke Presiden di tahun 2026 ini kita bukan mengejar kuantitas tapi pada kualitas. Sehingga kami akan mengecek apakah dapur-dapur yang sekarang ada ini sesuai dengan juknis atau tidak,” pungkasnya.

Untuk memperluas jangkauan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), BGN juga akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Skema kerja sama melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), BUMN, hingga dukungan hibah menjadi salah satu opsi yang akan dikembangkan.

“Untuk wilayah-wilayah yang belum digarap oleh investor, kami akan coba kerjasamakan, atau kita bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN atau mungkin ada hibah dari luar negeri, atau mungkin juga kalau tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar berinvestasi,” ucapnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung terciptanya generasi Indonesia yang sehat dan unggul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *