Ridwal Kamil Ungkap Kasus Penyebaran Covid-19 di Jabar

0
Ridwal Kamil Ungkap Kasus Penyebaran Covid-19 di Jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil melaporkan perkembangan mengenai penyebaran covid-19 yang terjadi di Jabar. Ridwan Kamil menyampaikan bahwa Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana positif terpapar covid-19.

“Jadi di Jabar sudah ada 3 Kepala Daerah yang positif covid-19 yaitu, Walikota Bogor, Wakil Walikota Bandung dan Bupati Karawang,” ujar Ridwan Kamil dalam keterangannya, Selasa (24/3/2020).

Ridwan Kamil mengatakan, itu semua adalah hasil tes mandiri. Jadi kami betul-betul mengambil keputusan yang benar yaitu melakukan tes mandiri yang hasilnya bisa dicek dari laboratorium kami sendiri selama 1 Minggu ini.

“Hasilnya kami menemukan ada pola persebaran, 1 pola adalah lebih dari 7 orang itu terpapar positif adalah orang-orang yang datang ke acara Musda Hipmi di Karawang. Termasuk Bupati Karawang terpapar positif. Sehingga saya mengimbau semua yang hadir di acara Musda Hipmi agar segera melapor kepada Dinkes di kota kabupaten masing-masing untuk segera dilakukan tes,” katanya.

Ia menambahkan, pada acara seminar Ekonomi Syariah itu juga sudah kami temukan daftarnya. Kemudian adalah acara keagamaan (GBI) di Lembang dengan peserta mencapai 2000 orang dibagi 4 sesi seminar itu juga ada yang positif covid-19 dan di himbau kepada peserta segera melapor.

“Nah, 2 acara di Bogor dan 1 di Lembang dan 1 di Karawang ini adalah temuan dari hasil tes mandiri yang kami lakukan sejak dari 8 hari yang lalu,” ucapnya.

Ridwan Kamil, mengungkapkan bahwa dirinya juga mengikuti acara yang di Musda Hipmi dan membuka acara tersebut. Dirinya juga sudah memeriksakan diri dan hasilnya negatif bersama istri. Ia juga akan melakukan tes kedua untuk memastikan keamanan dirinya.

Selain itu, persiapan tes cepat masif di Jabar sudah siap dengan dibagi tiga kategori. Kategori A adalah mereka yang dekat dan berstatus ODP, PDP dan lingkaran keluarga, tetangga dan pertemanan dari para pasien. Juga mereka-mereka yang berada di garis depan juga masuk kedalam kategori A yang akan di tes kit dalam hitungan 15 menit hasilnya akan keluar di fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang telah ditentukan.

Kemudian kategori B adalah mereka yang profesinya punya interaksi sosial yang aktif seperti wartawan, petugas transportasi, ulama, pejabat publik, pedagang pasar, ini yang diberikan pilihan untuk tes yang sangat baik, kemudian juga jauh dari interaksi fisik sehingga kemungkinan dilakukan dilapangan terbuka termasuk di stadion yang sudah disiapkan seperti halnya di stadion Jalak Harupat Bandung, maupun di stadion patriot Bekasi.

Kategori C adalah mereka yang bergejala apapun penyakitnya, tapi karena gejalanya mirip itu juga akan dilakukan tes.

“Kami berharap dengan hasil tes masif ini yang berdasarkan undangan, analisa, itu akan menghasilkan peta persebaran yang terukur. Sehingga hasilnya kita bisa mengambil keputusan apakah bekerja, sekolah dirumah dilanjutkan menambah 1 Minggu atau bisa kembali seperti semula dengan tetap menjaga jarak.

Terakhir, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa tes masif ini tidak untuk semua orang, ini hanya untuk sekelompok orang-orang warga Jabar yang punya potensi yang dicurigai dan di waspadai pola interaksi sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *