Optimalkan Efisiensi dan Efektifitas, Erick Thohir Pangkas Anak dan Cucu Perusahaan BUMN
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan meleburkan anak dan cucu sejumlah perusahaan berplat merah guna mengoptimalkan efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan-perusahaan BUMN. Dalam waktu dekat ini, akan ada tiga perusahaan BUMN yang masuk dalam program restrukturisasi ini, yakni PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., PT. Pertamina dan PT. Garuda Indonesia Tbk.
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut ada 6 cucu perusahaan yang dipangkas Garuda Indonesia, kemudian untuk Pertamina akan memangkas 25 perusahaan, diikuti Telkom yang mamangkas 20 perusahaannya.
” Bahwa kami tetap pastikan efisiensi itu tetap berjalan. Bisnis proses yang baik harus diutamakan efiktifitasnya terhadap perusahaan dan tetap berkelanjutan,” kata Erick saat konferensi pers, kata Erick usai mengundang tiga dirut Garuda Indonesia, Telkom dan Pertamina melalui sambungan video conference beberapa waktu lalu.
Erick menegaskan efisiensi BUMN harus tetap dijalankan sesuai dengan Key Performance Indicator (KPI) yang diberikan Presiden Joko Widodo, meskipun ekonomi tengah gempuran pandemi COVID-19.
Dia mengatakan, dalam kondisi krisis seperti saat pandemi COVID-19 saat ini, ketahanan cashflow masing-masing perusahaan menjadi raja.
“Inilah kenapa harus efisien, kami tidak mau hanya bicara size tapi tidak sehat. Ini pertama kali perusahaan BUMN bisa mapping berapa total utang dan cashflow. Saya tidak bisa informasikan karena harus komunikasi dengan kemenkeu.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, salah satu yang akan dilebur atau dipangkas adalah adalah Garuda Tauberes. Anak perusahaan ini, nantinya akan masuk ke lini bisnis kargo karena sesuai dengan bisnis, perusahaan tersebut bergerak di kirim paket, kargo udara, serta belanja online.
“Garuda Tauberes akan kami masukkan ke bisnis inti Garuda sendiri, karena kami ada unit kargo. Nantinya, kami akan bermain di aplikasi sehingga memudahkan bisnis kargo kami dengan
Sementara itu, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah pemangkasan 20 anak perusahaan Telkom akan berjalan selama satu tahun. “Untuk 2020-2021, kami akan kurangi sekitar 20 perusahaan dan ke depan bisa saja jumlahnya bertambah,” kata dia.
Ia meyakini, upaya pemangkasan ini dapat memberikan progres yang baik untuk perseroan. Terkait keberadaan karyawan, Ririek memastikan para karyawan yang perusahaannya dilebur
akan dialihkan kepada entitas anak lainnya.
“Kami meminimalkan PHK karena karyawan yang kena efisiensi tersebut akan kami pindahkan ke anak usaha Telkom sehingga dampak PHK kami minimalkan,” ujarnya.
Tak hanya Dirut Garuda Indonesia dan Telkom, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati juga ikut menjelaskan perihal perampingan ini. Nicke mengatakan tahun ini, akan ada 7 perusahaan yang dilikuidasi dan satu divestasi. Kemudian tahun depan menyusul 17 perusahaan lainnya. Jadi ditargetkan selama dua tahun 25 perusahaan milik Telkom sudah dileburkan.
“Kami sudah mengidentifikasi adanya 25 perusahaan yang bisa kami lakukan likuidasi dan divestasi. Sebagian besar ini adalah perusahaan yang secara operasional sudah tidak berjalan,” kata Nicke.
Setelah tiga perusahaan ini, akan ada beberapa grup perusahaan lain yang akan dirasionalisasian, termasuk PT Pupuk Indonesia (Persero).