Hindari Penyebaran Covid-19, Pemkot Mataram Tutup Objek Wisata Religi
Wisata religi menjadi salah satu wisata yang dipilih warga Mataram saat hari libur Lebaran, namun Lebaran tahun ini warga harus menunda menikmati wisata religi yang ada di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut dikarenakan Pemerintah Kota Mataram menutup sejumlah objek wisata religi terutama dua makam yang dikeramatkan warga di Pulau Lombok.
Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan makam yang dikeramatkan setiap Lebaran ramai didatangi warga untuk merayakan Lebaran Topat atau ketupat. Namun tradisi Lebaran Topat ditiadakan agar tidak ada kerumunan warga di tengah pandemi Covid-19.
“Tahun ini, kami meniadakan kegiatan perayaan Lebaran Topat atau ketupat yang dirayakan seminggu setelah Lebaran Idul Fitri yakni pada 8 Syawal, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Ahyar di Mataram, Senin (25/5/2020).
Penutupan makam itu juga termasuk
Makam Bintaro di Kecamatan Ampenan, yang menjadi tujuan ziarah makam saat Lebaran Topat, ditutup. Selain itu, objek wisata lainnya juga ikut ditutup.
“Kami juga menutup objek wisata serta kawasan pantai yang menjadi pusat keramaian saat Lebaran Topat serta melakukan rekayasa lalulintas guna mencegah keramaian, sesuai dengan protokol Covid-19,” ujarnya.
Peniadaan kegiatan Lebaran Topat ini, lanjut wali kota, telah dilakukan sosialisasi kepada camat dan lurah untuk diteruskan hingga tingkat lingkungan agar masyarakat bisa merayakan Lebaran Topat di rumah saja bersama keluarga.
“Karena itu, tim gugus juga akan melakukan pengawasan dengan menempatkan sejumlah aparat dari tim terpadu pada titik-titik yang berpotensi menjadi pusat keramaian saat Lebaran Topat,” katanya.
Perayaan Lebaran Topat diawali dengan ziarah makam kemudian dirangkaikan dengan kegiatan selakaran, zikir, doa dan “ngurisan” atau cukur rambut bayi dan dilanjutkan dengan sejumlah acara adat salah satunya pemotongan “Topat Agung Kote Mentaram” sebagai tanda dimulainya perayaan Lebaran Topat.
Saat Lebaran Topat, hampir seluruh garis pantai Kota Mataram sepanjang 9 kilometer dipenuhi oleh masyarakat yang merayakan Lebaran Topat. (Sumber Antara)
