10 Kota Raih Indeks Pariwisata Tertinggi di Indonesia

0
10 INDEKS

Kota Batam, Kepulauan Riau secara meyakinkan meraih prestasi berupa indeks pariwisata tertinggi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kota lainnya yang menerima prestasi serupa yakni :

– Denpasar,
– Surabaya,
– Sleman,
– Semarang,
– Badung (Bali),
– Bandung,
– Banyuwangi,
– Bogor dan
– Bantul

Batam menjadi kota dengan tujuan wisata tertinggi setelah Jakarta, Badung, dan Denpasar. “Prestasi ini mengingatkan pemda untuk meningkatkan kerja sama dengan semua stakeholder, sehingga target pada 2017 dan 2019 bisa tercapai,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, Selasa (6/12) pada acara Rakornas Pariwisata IV 2016, di Hotel Sultan, Jakarta.

Pemerintah menargetkan kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara, serta 265 pergerakan wisatawan nusantara pada 2017. Kerja sama melibatkan kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah dan media sebagai kekuatan pentahelix yang dibalut dalam tema besar Indonesia Incorporated.

Beberapa sektor, terutama Pariwisata, infrastruktur, maritim, energi, dan pangan menjadi fokus pembangunan dalam lima tahun mendatang. Pemerintah menargetkan pariwisata mampu memberi devisa hingga mencapai Rp 240 triliun, menciptakan lapangan kerja bagi 13 juta orang, dan berada di ranking 30 dunia.

Selain Batam yang mampu mencuri perhatian ada pula, Kabupaten Banyuwangi yang memang sedang naik daun dengan pembenahan serius untuk menjadi kota Wisata.

”Selamat. Banyuwangi terpilih sebagai Top-10 Indeks Pariwisata,” ujar Arief Yahya.

Alasan lain yang membuat Kabupaten Banyuwangi mendapat penghargaan ini karena kota yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini dinilai berhasil membangun kotanya dari nol. Berbeda dengan kota besar lain yang infrastruktur pariwisatanya sudah maju terlebih dahulu.

”Saya harap ini melecut semua pihak untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas lagi,” kata Arief.

Sebagaimana diketahui, indeks pariwisata Indonesia disusun berdasarkan sejumlah kriteria. Di antaranya aspek tata kelola, infrastruktur pendukung, potensi wisata, dan lingkungan pendukung bisnis pariwisata. Penilaian ini mengacu pada Travel and Tourism Competitive Index dari World Economic Forum (WEF).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *