Moeldoko: Pemerintah Banyak Keluarkan Kebijakan Investasi Untuk Permudah Investor
Kemudahan berinvestasi menjadi keharusan agar Indonesia menjadi kiblat para investor. Untuk itu dikeluarkan sejumlah kebijakan dari Presiden untuk menarik para investor. Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Presiden Moeldoko saat diwawancarai oleh CEO EL JOHN Media Martinus Johnnie Sugiarto di Kantor Staf Presiden, kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/7/2020). Wawancara ini juga ditayangkan di EL JOHN TV dan EL JOHN Radio.
Moeldoko menjelaskan sebelum mengambil kebijakan, harus ada kepastian yang didapat para investor agar investasinya tetap berjalan lancar dan aman. Kepastian itu mengacu pada tiga unsur yakni bagaimana stabilitas ekonominya, politik dan keamanan.
Untuk stabilitas ekonomi, Presiden telah mengambil berbagai kebijakan, di antaranya pembentukan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, yang saat ini masih konsep rancangan dan sedang dibahas oleh Pemerintah dan DPR.
“Omnibus Law Cipta Kerja ini sangat diperlukan karena ini berkaitan dengan bagaimana menyiapkan tenaga kerja kedepan, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi para investor yah karena itu situ ada upaya win-win solution yah. Pemerintah tidak hanya memikirkan pengusaha, tidak, tetapi Pemerintah juga memikirkan kesejahteraan para pekerjanya,” kata Panglima TNI masa jabatan 20 Mei 2013 – 30 Agustus 2013 ini.
Selanjutnya kebijakan lain, Moeldoko menerangkan diterbitkan Instruksi Presiden (Inpres) nomer 5 tahun 2020 tentang ekosistem logistik nasional. Ipres ini diteken dan mulai berlaku sejak tanggal 16 Juni 2020 lalu.
Secara khusus, instruksi tersebut ditujukan kepada Para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Sekretaris Kabinet, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Para Kepala Lembaga Pemeirntah Non Kementerian, serta Para Gubernur, dalam rangka meningkatkan kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim investasi, dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional.
Bukan hanya dari sisi regulasi saja, namun untuk memberikan kemudahan investor, Pemerintah telah membangun berbagai infrasturktur untuk menunjang operasional darat, laut dan udara. Dari sisi udara, sudah ada 10 bandara baru yang telah dibangun. Pembangunan bandara menjadi prioritas untuk mempermudah investor dalam menjalankan roda usahanya, utamanya dalam memperlancar arus lalu lintas logistiknya.
“Berikutnya pelabuhan laut juga cukup banyak yang dibangun dan dioptimalkan lagi, ditingkatkan utility-nya. Berikutnya di darat juga telah terbangun berbagai tol, lalu jembatan-jembatan,” ujar Moeldoko.
Moeldoko menyebut infrasturkut juga tidak mengacu para transportasi saja, namun sektor lain juga dibangun infrastruktur penunjang, salah satunya sektor pertanian
“Di sektor pertanian saat ini telah terbangun bendungan-bendungan yang luar biasa banyaknya dan berbagai jalur irigasi, jalur produksi untuk pertanian telah terbangun, sehingga apa, harapannya semua yang telah disiapkan Pemerintah itu bisa menarik investasi, menarik investor untuk datang ke Indonesia,” sebut Moeldoko.
Untuk stabilitas politik, Moeldoko menjelaskan saat ini stabilitas politik di Indonesia semakin mantap, antara eksekutif dan legislatif saling menguatkan untuk membangun Indonesia.
“Relatif stabil antara legislatif dan eksekutif saling berjalan memberikan penguatan, sehingga bisa dipastikan stabilitas politik kita bisa tetap stabil dengan baik, walaupun demikian tetap harus kita kawal aghar tidak terjadi sesuatu. Stabilitas keamanan juga terbangun dengan biak. Tidak ada orang yang takut keluar malam, tidak ada kejadian-kejadian yang begitu istimewa terhadap sektor keamanan,” tutup Moeldoko.



