Jambi Akan Kembangkan 3 Bandara Sebagai Penunjang Pariwisata
Untuk makin memajukan pariwisata Jambi, infrastruktur pendukung pun segera dibenahi. 3 Bandara sekaligus akan dikembangkan di Jambi.
Bandara yang dimaksud adalah Bandara Sultan Thaha Syaifuddin di Jambi, Bandara Muro Bungo di Kabupaten Bungo, dan Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci.
“Saya sudah minta ke Kemenhub agar Bandara Sultan Thaha Syaifuddin ini didorong jadi Bandara Internasional. Untuk jadi bandara internasional kita mesti siapkan konter imigrasi, dan sebagainya. Nantinya bandara akan kita bangun lagi 5.000 meter ke kanan dan ke kiri,” ujar Zumi Zola, pada Rabu (1/2).
Sementara untuk di Bandara Muaro Bungo, frekuensi penerbangan dari dan menuju ke Bungo diusahakan akan bertambah. Dari yang semula cuma 4 kali dalam seminggu, menjadi lebih banyak lagi dalam waktu dekat.
“Saat ini cuma 4 kali dalam seminggu. Dari Jakarta ke Bungo, dan dari Jambi ke Bungo. Ini yang kita akan tambah,” ungkap Gubernur Jambi, Zumi Zola.
Satu lagi yang jadi perhatian Zumi adalah Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci. Potensi wisata di Gunung Kerinci memang sangat besar, akan tetapi akses perjalanan darat yang bisa sampai 8-9 jam dari Jambi membuat wisatawan jadi ragu untuk berkunjung ke sana.
Untuk itu, menurut Zumi pembangunan Bandara Depati Parbo di Kerinci ini mendesak untuk dilakukan. Saat ini bandara tersebut hanya mampu didarati oleh pesawat kecil jenis ATR saja.
“Saat ini Bandara Depati Parbo dalam tahap pembebasan lahan. Ada 30 hektar yang sedang dibebaskan tahun 2017 ini. Insyaallah tahun 2018 bisa selesai,” tutup Zumi.
