Usai Libur Sekolah, Industri Pariwisata Diminta Siapkan Strategi Baru

0
b21cf28d-8ca1-4193-b07a-ab782c3cbfff

Tokoh pariwisata nasional, M. Johnnie Sugiarto (Foto: EL JOHN Media)

El John News, Jakarta – Berakhirnya masa libur sekolah menjadi momentum penting bagi pelaku industri pariwisata untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja selama musim liburan. Langkah tersebut dinilai penting agar berbagai destinasi wisata, hotel, restoran, hingga sektor transportasi dapat meningkatkan kualitas layanan dan mempersiapkan strategi yang lebih baik menghadapi musim liburan berikutnya.

Tokoh pariwisata nasional, M. Johnnie Sugiarto, mengatakan musim liburan merupakan periode high season yang selalu dinantikan oleh seluruh pelaku industri pariwisata. Menurutnya, tingginya pergerakan wisatawan pada masa tersebut menjadi kesempatan besar untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.

“Musim liburan itu adalah high season bagi semua industri pariwisata, termasuk transportasi. Ini merupakan kegiatan tahunan. Setiap masa liburan, aktivitas pariwisata pasti akan ramai,” ujar Johnnie.

Namun, setelah periode ramai wisatawan berakhir, Founder & Chairman EL JOHN Indonesia ini,  mengingatkan agar pelaku usaha tidak hanya menikmati hasil yang diperoleh, tetapi segera melakukan evaluasi terhadap seluruh aspek operasional.

“Saya mengajak kepada teman-teman yang berada di industri pariwisata yaitu segera melakukan evaluasi. Kalau berhasil, kenapa berhasil? Kalau gagal, kenapa gagal? Kalau masih ada kekurangan, bagaimana cara segera memperbaiki kekurangan itu. Semua itu harus dipersiapkan untuk menyambut musim liburan berikutnya, karena nanti Desember musim liburan datang lagi,” katanya.

Menurut Johnnie, evaluasi menjadi kunci agar industri pariwisata mampu tumbuh lebih cepat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maupun negara. Ia menilai setiap aktivitas pariwisata juga memberikan kontribusi langsung terhadap penerimaan daerah melalui pajak.

“Bagaimana caranya memanfaatkan liburan secara maksimal untuk mendorong industri pariwisata agar tumbuh lebih cepat dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk pemerintah. Setiap kegiatan pariwisata pemerintah mendapat pajak 10 persen. Orang menginap di hotel, pemerintah mendapat 10 persen. Makan di restoran, pemerintah juga mendapat 10 persen,” jelasnya.

Meski demikian, Johnnie mengingatkan bahwa tingginya jumlah wisatawan tidak selalu menjamin keuntungan bagi pelaku usaha apabila pengelolaan bisnis tidak dilakukan secara baik.

Karena itu, ia berharap pemerintah bersama seluruh pemerintah daerah dapat menyusun strategi yang lebih matang dalam mengembangkan destinasi wisata. Menurutnya, setiap provinsi, kabupaten, dan kota perlu memanfaatkan masa setelah liburan sebagai waktu untuk berbenah sehingga mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan pada musim liburan mendatang.

“Pemerintah mestinya merancang lebih bagus. Semua destinasi, semua provinsi, kabupaten, kota, ayo manfaatkan kesempatan ini untuk evaluasi, menyambut musim liburan yang akan datang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *