Diresmikan Menpan RB dan Gubernur Ganjar, Kini Jateng Punya 7 Mal Pelayanan Publik

0
Ganjar-menpan-1024x576

Pelayanan publik yang optimal dan tidak berbelit-belit, menjadi keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) agar masyarakat dapat kemudahan mengurus segala bentuk administrasi. Keseriusan Pemprov ini ditunjukan dengan kembali menghadirkan Mal Pelayanan Publik, kali ini berlokasi di Kota Salatiga

Hari ini, Jumat (19/3/2021), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Menteri Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meresmikan Mal Pelayanan Publik tersebut. Mal Pelayanan Publik ini merupakan yang ketujuh yang dimiliki Provinsi Jateng.

Namun Gubernur Ganjar ingin Mal Pelayanan Publik ada di seluruh daerah yang berada di Provinsi Jateng. Karena itu, pemerintah daerah yang untuk menghadirkan fasilitas tersebut.

Menurut Ganjar,  langkah itu merupakan wujud nyata melayani masyarakat dengan murah, mudah, dan cepat dalam semua hal, termasuk perizinan.

“Mal Pelayanan Publik merupakan wujud nyata mewujudkan reformasi birokrasi. Dengan cara ini, maka tujuan negara melayani masyarakat bisa terwujud,” katanya.

Tak sekedar menghadirkan Mal Pelayanan Publik, namun dibarengi dengan teknologi digitalnya yakni dalam bentuk aplikasi. Meningkatkan pelayanan aplikasi menambah kemudahan masyarakat dalam mengurus segala hal seperti perizinan. Hal tersebut juga sebagai bagian solusi untuk terus survive di tengah pandemi Covid-19.

 “Karena pandemi, jadi ini momentum untuk meningkatkan pelayanan publik. Tidak perlu bertemu atau datang ke kantor, pengembangan aplikasi-aplikasi pelayanan publik harus terus didorong,” tegasnya.

Ganjar meminta semua daerah untuk tidak menunggu bola, jika ini dilakukan maka pelayanan tidak akan efektif. Seharusnya yang dilakukan adalah proaktif menjemput bola terhadap para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Sebab menurutnya, banyak pelaku UKM yang belum punya legalitas dan mereka tidak memahami cara pengurusan izin.

“Harus proaktif jemput bola. Izin-izin UKM harus didorong karena saat ini banyak masyarakat yang menggeluti bidang ini. Data kami saja, hingga November 2020 sampai Maret 2021, ada 4.515 UKM yang mengajukan izin. Tentu di luar itu masih banyak, sehingga ini harus terus didorong,” pungkasnya.

Sementara itu, Menpan RB Tjahjo Kumolo mengapresiasi Kota Salatiga yang membuat Mal Pelayanan Publik itu. Menurutnya, kunci sukses menggerakkan roda pemerintahan dan mewujudkan pemerintahan yang baik adalah meningkatkan pelayanan publik.

“Inti dari reformasi birokrasi adalah menyederhanakan struktur organisasi yang meliputi hal-hal pelayanan publik. Maka saya mengapresiasi peresmian Mal Pelayanan Publik di Salatiga ini, termasuk daerah lain di Jawa Tengah sebagai upaya meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” ucapnya.

Tjahjo juga mendorong agar inovasi-inovasi pelayanan publik terus digenjot. Para aparatur sipil negara, lanjut dia, berkewajiban melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

“Pak Ganjar sudah memberikan contoh, bagaimana mempermudah pelayanan masyarakat menggunakan medsos. Beliau bisa melayani dengan cepat segala persoalan masyarakat hanya menggunakan handphone. Kepala daerah lain harus juga mengikuti,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *