Sampaikan LKPJ, Gubernur Babel Paparkan Capaian di Tahun 2020

0
WhatsApp Image 2021-03-31 at 15.11.20

 Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman menyadari bahwa tahun 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan dan harus dilewati dengan cara yang tidak mudah. Hal tersebut disebabkan karena pandemi Covid-19 ikut menyerang Indonesia dan dampaknya tidak hanya dirasakan di pusar namun ke daerah, termasuk Kepulauan Babel.

Kendati demikian, pandemi tersebut bukan dibiarkan justru dihadapi dengan kerja keras dan menciptakan inovasi untuk mengatasi sektor yang terdampak pandemi. Hal itulah yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Babel agar penanganan sisi kesehatan dan ekonomi dapat berjalan sesuai harapan serta program yang telah dicanangkan tetap berjalan.

Ulasan tersebut disampaikan Gubernur Erzaldi saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Tahun Anggaran 2020 dalam rapat paripurna, Rabu (30/3/2021).

Dalam paparan laporan, Gubernur Erzaldi mengawali dengan gambaran umum yakni menjalankan amanat APBD 2020 meski harus dilakukan dengan kurang optimal.

 “Kita sadari bersama, tahun 2020 yang disertai munculnya pandemi Covid-19 merupakan situasi dan kondisi yang sama sekali tak terbayangkan. Ini menjadi tahun penuh tantangan dan ujian berat sehingga membutuhkan kesabaran revolusioner,” ucapnya.

Peristiwa yang tidak diduga dan terjadi begitu cepat  yakni pandemi Covid-19, membuat Pemprov merelokasikan anggaran untuk penanganan wabah ini. Anggaran itu antara lain diposisikan untuk bantuan para pedagang dan para pekerja informal, industri kecil menengah, usaha mikro, kecil dan menengah serta masyarakat yang terdampak pandemi.

Meski berada dalam cobaan yang begitu besar, masih ada beberapa capaian yang sukses di raih Pemprov, di antaranya dari segi kualitas pembangunan manusia yang dilihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2020 memiliki nilai 71.47, meningkat sebesar 0.17 dibanding tahun sebelumnya.

“Komponen IPM diantaranya umur harapan hidup, angka harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran per kapita rata-rata penduduk,” ungkapnya.

Sementara itu,  terkait kebijakan pengelolaan keuangan daerah pada tahun 2020, target pendapatan penerimaan daerah selama tahun 2020 ditargetkan Rp748 miliar, dengan realisasi sebesar Rp687 miliar atau 91.85 persen.

Sementara, belanja daerah pada tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp2.77 triliun, dengan realisasi sebesar Rp2.57 triliun atau 92.82 persen. Pembiayan daerah tahun 2020 ditargetkan Rp220 miliar dengan realisasi Rp220 miliar atau 100 persen.

Adapun struktur perekonoman Provinsi Babel pada tahun 2020 didominasi oleh lima lapangan usaha, yakni:

1.Pertanian, kehutanan dan perikanan (20,47 persen)

2.Industri pengolahan (18,76 persen)

3.Perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor (15,33 persen)

4.Kontruksi (10,22 persen)

5.Pertambangan (8,54 persen)

Gubernur Erzaldi menambahkan permasalahan dalam penyelenggaran urusan secara umum pada tahun 2020 adalah rasionalisasi anggaran. Namun berkat kerja keras kita bersama permasalahan tersebut dapat kita atasi sehingga pelaksanaan program dan kegiatan prioritas dapat terlaksana sesuai rencana.

“Harapan kita program di 2021 lebih terarah, fokus, efektif, dan efisien sehingga perekonomian kita lebih baik. tentunya dengan kolaborasi dan sinergi, dalam hal ini Pemprov Babel dengan DPRD serta Forkopimda lainnya,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi mengapresiasi LKPJ Gubernur tahun 2020. Kemudian DPRD Babel akan mengkaji secara mendalam untuk menghasilkan Rekomendasi DPRD sebagai peningkatan kinerja Pemprov. Babel ke depan.

“Gubernur agar dapat menugaskan Perangkat Daerah dalam membahas LKPJ tahun 2020 ini secara mendetail dan rinci sehingga menghasilkan rekomendasi DPRD,” ujarnya. (Sumber Pemprov Kep. Babel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *