Usung Prajogo Pangestu sebagai Ketum, Marga Peng Sepakat Dirikan Organisasi Nasional

Foto bersama pengurus erhimpunan Marga Peng se-Indonesia (Foto: Marga Peng)
El John News, Jakarta-Pertemuan besar keluarga Marga Peng di Jakarta menjadi momentum penting yang menandai babak baru persatuan lintas wilayah. Melalui rangkaian kegiatan yang digelar pada Minggu, 26 April 2026, Perkumpulan Marga Peng Jakarta (PMPJ) bersama perwakilan dari berbagai daerah dan mancanegara sepakat membentuk organisasi nasional yang menaungi seluruh anggota Marga Peng di Indonesia.
Kesepakatan bersejarah tersebut lahir dari rangkaian agenda yang tidak hanya berisi kegiatan budaya dan silaturahmi, tetapi juga forum strategis yang mempertemukan para tokoh dan perwakilan komunitas. Pembentukan Perhimpunan Marga Peng se-Indonesia menjadi langkah konkret untuk memperkuat solidaritas serta memperluas kontribusi sosial di tingkat nasional.
Rangkaian acara diawali dengan upacara penghormatan leluhur yang berlangsung khidmat di Altar Leluhur Marga Peng, kawasan Pangeran Jayakarta, Jakarta Pusat. Lebih dari seratus anggota keluarga besar hadir dalam prosesi tersebut, yang juga dihadiri delegasi internasional dari Penang, Kuala Lumpur, Segamat, Singapura, hingga Tiongkok. Kehadiran mereka mencerminkan eratnya ikatan diaspora Marga Peng di berbagai negara.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat malam puncak perayaan Festival Musim Semi digelar di Restoran Hao Di Fang, Season City. Lebih dari 500 peserta memadati acara tersebut, termasuk perwakilan dari sejumlah daerah seperti Pontianak, Singkawang, Belitung, Dabo Singkep, Surabaya, dan Bagan Siapi-api.
Beragam pertunjukan seni turut memeriahkan acara, mulai dari penampilan musik tradisional dan tarian oleh siswa Sekolah PELITA hingga aksi panggung dari tamu internasional. Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan saxophone dari Dato Pang Yung Tiam yang sukses menghibur para tamu undangan.

Sejumlah tokoh masyarakat Tionghoa juga tampak hadir, di antaranya Untung Chandra serta Yordanus, yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan jaringan antar marga.
Keputusan penting terkait pembentukan organisasi nasional sebenarnya telah dirumuskan sehari sebelumnya, dalam pertemuan terbatas yang digelar pada 25 April 2026. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Dewan Kehormatan PMPJ, Hendrik Pangadian, dan dihadiri oleh para ketua serta perwakilan Marga Peng dari berbagai daerah.
Dalam forum tersebut, disepakati pembentukan Perhimpunan Marga Peng se-Indonesia sebagai wadah resmi pemersatu. Selain itu, seluruh peserta juga menyatakan dukungan kepada tokoh nasional Prajogo Pangestu untuk memimpin organisasi tersebut sebagai Ketua Umum atau pendiri.

Sebagai langkah awal operasional organisasi, forum secara aklamasi menunjuk Nicholaus Phang sebagai Ketua Harian yang bertugas menjalankan roda organisasi sekaligus mengawal proses transisi pembentukan kepengurusan.
“Pertemuan ini adalah momentum emas bagi Marga Peng di Indonesia untuk bersatu dalam satu wadah formal yang solid. Kami berharap kepemimpinan Bapak Prajogo Pangestu nantinya dapat membawa organisasi ini memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa,” ujar salah satu pengurus PMPJ.

Kegiatan ini pun ditutup dengan semangat kebersamaan yang kental, sekaligus menegaskan komitmen Marga Peng untuk terus mempererat tali persaudaraan dan memperkuat peran komunitas, baik di tingkat nasional maupun global.
