Dihadapan Menparekraf, GIPI Deklarasikan ‘Industri Pariwisata Bergerak Perang Terhadap Covid-19’
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) bersama seluruh asosiasi pariwisata yang berada dibawah naungan GIPI, mendeklarasikan Industri Pariwisata Bergerak Perang Terhadap Covid-19. Acara deklarasi ini dilangsungkan di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Putri Pariwisata Indonesia 2021 Jessy Silana Wongsodiharjo ikut hadir dalam acara deklarasi ini. Selain itu, acara juga digelar secara online yang dihadirkan ratusan tamu undangan
Deklarasi ini ditandatangani Ketua Umum GIPI Didien Junaedi dan seluruh ketua umum asosiasi pariwisata. Setelah ditandatangani, deklarasi ini dibacakan oleh Wakil Sekjen GIPI Mangara Gultom dihadapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Wakil Menparekraf Angela Tanoesoedibjo.
Deklarasi ini berbunyi yakni industri pariwisata bertekad untuk segera menggerakan kembali pariwisata Indonesia, memperkuat perang terhadap Covid-19 yaitu memutus mata rantai penyebaran dengan menerapkan protokol Kesehatan dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environmental Sustainability) secara konsisten dan bertanggung jawab mengingat pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penggerak roda kegiatan perekonomian masyarakat.
Selain itu, GIPI siap menyusun secara komprehensif tata-niaga pariwisata domestic dan pariwisata/ekonomi kreatif yang berkualitas dengan kolaborasi industri dan Kementerian Pariwisata.
Ketua Umum GIPI Didien Junaedi mengatakan industri pariwisata memiliki peran penting dalam memulihkan kembali sektor jasa ini, salah satunya yang industry yang harus diperhatikan adalah biro perjalanan yang menjadi industry paling terdampak covid-19. Karena itu butuh dukungan pemerintah untuk kembali menghidupkan biro perjalanan.
“Kita mohon kepada melalui Pak Menteri untuk bagaimana caranya menyelamatkan biro-biro perjalanan atau pengusaha perjalanan supaya berfungsi sebagaimana mestinya. Kalau usaha perjalanan berjalan arti kata bahwa bisnis akan jalan, tetapi tentu banyak hal-hal yang harus kita selesaikan,” kata Didien dalam sambutannya.
Selain itu, Didien juga berharap pemerintah untuk membantu industri pariwisata dalam menggerakan roda usahanya. Bantuan tersebut dapat berupa finansial yang distribusikan dapat tepat sasaran.
“Ada pula harapan agar pemerintah di sektor keuangan yang melanjutkan memberikan dukungan dan bantuan tetapi melalui skema, cara serta sasaran yang lebih tepat. Demikian juga di sektor niaga dan operasional, misalnya diciptakan agar grup-grup terutama di domestik, grup-grup itu harus dihandle oleh biro-biro perjalanan,” ujar Didien.
Lebih lanjut, Didien menekankan agar kolaborasi menjadi pegangan dalam mengatasi pandemi ini. Kolaborasi sesame industry pun juga perlu dilakukan agar penanganan dapat dipikul Bersama.
“Jadi antara industry harus juga kolaborasi. Jangan sendiri, jangan sampai travel jalan sendiri, MICE jalan sendiri, jadi jangan marik kita kolaborasi,” ungkap Didien.
Menparekraf menyambut baik dihadirkan deklarasi ini yang pelaksanaannya harus dilakukan secara tekun dan disiplin. Kemenparekraf juga siap untuk berkolaborasi dengan industry pariwisata untuk mengembalikan kejayaan pariwisata.
“Hari ini kami sangat berbahagia bahwa sektor pariwisata bergerak melakukan perlawanan terhadap Covid-19, ini tentu butuh ketekunan, kepatuhan dan kedisiplinan untuk menggerakan pariwisata. Komitmen kita untuk mendukung Langkah pemerintah meniadakan mudik dengan menyiapkan edukasi-edukasinya. Jadi saya ucapkan terima kasih untuk Pak Didien atas inisiatifnya dan kami siap untuk berkolaborasi, sukses buat GIPI,” kata Menparekraf.
Menurut Menparekraf ada tiga bentuk konkret yang dijalani sebagai tindak lanjut dari deklarasi ini. Pertama, dibutuhkan komitmen seluruh asosiasi pariwisata dalam menerapkan protokol Kesehatan sebagai bagian dukungan kepada pemerintah dalam menekan angka kasus Covid-19.
Kemudian yang kedua ada kesiapan destinasi dalam menerapkan protokol Kesehatan. Keseriusan destinasi dalam menerapkan protokol tersebut sangat penting untuk meyakinkan wisatawan bahwa berkunjung kini aman.
“Terakhir kita sama-sama berkomitmen menciptakan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, itulah komitmen nyata dari kita semua. Harapannya secara konkret pariwiata berbenah karena saat pandemic ini adalah kesempatan yang baik buat kita untuk berbenah dan mudah-mudahan dengan semangat kita semua kita bisa bangkitkan kembali pariwisata,” ujar Menparekraf.