Menparekraf Pastikan Ketersediaan Akomodasi dan Transportasi Selama Ajang MotoGP 2022
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memastikan ketersediaan akomodasi untuk penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022 yang event resminya akan digelar 20 Maret 2022. Hari ini, Jumat (11/02/2022) tengah dilangsungkan uji coba sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh sejumlah pembalap MotoGP. Uji coba akan berlangsung hingga 13 Februari 2022.
Hal tersebut disampaikan Menparekraf usai memimpin rapat sinkronisasi MotoGP 2022 di Raja Hotel Kuta Mandalika, Kamis (10/02/2022),
Meski dipastikan ketersediaan akomodasi aman, namun penambahan jumlah kamar terus dilakukan termasuk dalam menentukan harga dengan menetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah juga akan segera ditetapkan. Hingga saat ini tercatat sudah ada 24 ribu kamar yang siap menampung para pembalap, official dan penonton MotoGP.
“Tarif batas atas dan batas bawah untuk akomodasi dan juga untuk transportasi ini yang masih digodok oleh pemerintah daerah, diharapkan minggu depan (dapat ditetapkan),” kata Sandiaga sembari Tidak hanya untuk sektor akomodasi, tapi juga transportasi.
Menparekraf menyebut, penambahan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan yang datang ke Mandalika saat lomba jelang digelarnya balap motor paling bergengsi di dunia itu. Pemerintah telah menetapkan bahwa kapasitas jumlah penonton sebesar 100 ribu.
“Sudah difinalisasi, akomodasi total saat ini tersedia 24 ribu kamar, dan ini akan terus bertambah. Kami dibantu oleh teman-teman di provinsi untuk memetakan desa-desa wisata dan juga memetakan homestay dan Sarhunta,” ujar Menparekraf.
Selain homestay dan sarana hunian pariwisata (sarhunta), juga akan disiapkan akomodasi dengan glamping serta rusunawa yang dapat menjadi opsi atau alternatif bagi wisatawan.
Guna memasarkan akomodasi tersebut, nantinya akan disiapkan atau diintegrasikan dengan sistem pemesanan tiket yang terpadu. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dan mendorong kebangkitan ekonomi dengan terbukanya lapangan kerja.
Sandiaga mengungkapkan, saat ini tingkat keterisian hotel di Nusa Tenggara Barat selama masa penyelenggaraan MotoGP pada Maret 2022 sebesar 52 persen.
“Okupansi hotel pada tingkat 52 persen. Jadi berita-berita semua hotel penuh, kami sudah update data-data bahwa tingkat keterisian 52 persen. Jadi hotel masih ada kamar dan nanti dengan sistem pemesanan yang terintegrasi akan lebih optimal,” kata Sandiaga.
“Kita ingin MotoGP memberikan dampak yang luas kepada seluruh mata rantai perekonomian, bukan hanya di Lombok tapi juga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Sandiaga.
Nantinya juga akan ditetapkan tarif batas atas dan tarif batas bawah sehingga memberikan kepastian bagi para pelaku dan mencegah terjadinya praktik-praktik kecurangan di lapangan yang akan memberikan kesan negatif bagi wisatawan. (Sumber Kemenparekraf)


