Berdasarkan data statistik, kunjungan wisatawan Taiwan yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2016 tercatat sebesar 209.000 orang atau turun dibandingkan dengan tahun 2015 yang tercatat sebanyak 211.000 orang. Meski turun, Menteri Pariwisata Arief Yahya tetap mengajak pengusaha Taiwan yang bergerak di bidang pariwisata untuk berinvestasi di Indonesia.

Menpar  percaya bahwa Indonesia tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan terutama dari Taiwan. Jadi, walaupun ada penurunan tetapi destinasi wisata di Indonesia tetap menarik bagi wisatawan asing termasuk dari Taiwan.

Selain itu, 10 Destinasi wisata baru atau yang dikenal dengan 10 “Bali baru” juga menjadi senjata pamungkas untuk menarik  pelaku usaha pariwisata Taiwan berinvestasi di Indonesia.

“Memang harus diakui bahwa Bali merupakan tempat yang popular bagi wisatawan. Tetapi, sesungguhnya Indonesia yang luas ini memiliki banyak destinasi yang layak juga dikunjungi dan tak kalah menarik dari Bali,” ucap Menpar.

Kesepuluh destinasi baru tersebut yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, Candi Borobodur di Jawa Tengah, Gunung Bromo di Jawa Timur, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Morotai di Maluku Utara.

Khusus Morotai, Arief mengatakan, selain lebih dekat ke Taiwan di mana hanya membutuhkan tiga jam penerbangan dari Taiwan, Morotai juga memiliki hubungan sejarah yang panjang dengan Taiwan sendiri. Karena itu, tidak salah jika Taiwan berinvestasi di Morotai, baik di bidang pariwisata, perikanan, maupun manufaktur.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *