Ribuan Ogoh-ogoh Diarak di Bali Sambut Nyepi
Semua wilayah di Bali menggelar arak-arakan ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 Yang jatuh hari ini tanggal 28 Maret 2017. Untuk tahun ini tercatat ada 7079 ogoh-ogoh yang diarak masyarakat Bali. Arak-arakan ogoh-ogoh digelar satu hari jelang perayaan Nyepi yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah di Bali.
Ogoh-ogoh merupakan boneka raksasa yang wujudnya menyeramkan.Ogoh-ogoh menyimbolkan sifat Bhuta Kala yang memiliki sifat negatif dan merasuki manusia untuk berbuat jahat. Setelah diarak ogoh-ogoh kemudian dibakar dengan tujuan untuk mengubah sifat negatif tersebut menjadi sifat yang positif.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Ajun Komisaris Besar Polisi Hengky Widjaja di Denpasar, mengatakan ogoh-ogoh paling banyak tersebar di wilayah hukum Polres Buleleng sebanyak (1.380), Gianyar (1.355) dan Denpasar (1.121).
Data jumlah ogoh-ogoh tersebut dikumpulkan oleh masing-masing petugas kepolisian salah satunya petugas Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa
Untuk melancakan ritual mengarak ogoh-ogok ini, Polda Bali dan satuan wilayah di masing-masing Polres mengerahkan 5.626 personel yang salah satunya ditugaskan untuk pengamanan arak-arakan ogoh-ogoh dibantu sekitar 22 ribu pecalang atau petugas keamanan adat khas Pulau Dewata.
Kegiatan arak-arakan ogoh-ogoh dilakukan di sejumlah simpang sentral atau titik tertentu di suatu wilayah, misalnya di Denpasar, di antaranya di kawasan Catur Muka Lapangan Puputan Badung dan perempatan Tohpati pada sore hari usai dilaksanakan ritual penyucian alam semesta atau Tawur Agung.
Saat Nyepi, hanya ada beberapa instansi yang beroperasi terbatas dengan menyiagakan petugas, di antaranya rumah sakit, kantor kepolisian dan dinas kebakaran dengan tidak ada penerangan lampu di luar gedung.
