Wisatawan di Bali Hormati Nyepi Dengan Beraktivitas di Dalam Hotel

0
nyepi dan pecalang

Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939, di Bali yang dimulai sejak Selasa, 28 Maret 2017 pukul 06.00 Wita dan akan berakhir Rabu 29 Maret 2017 pukul 06.00 Wita membuat pusat pariwisata ini berubah menjadi layaknya kota mati. Warga Bali yang mayoritas beragama Hindu ini, memfokuskan untuk melakukan Tapa Brata Penyepian baik di pura maupun di rumah.

Sementara itu bagi warga Bali yang tidak bergama Hindu mengormati hari Raya Nyepi ini dengan tidak berpergian dan selalu tetap berada di rumah hingga Tapa Brata Penyepian selesai. Bukan hanya warga Bali yang bukan beragama Hindu, para wisatawan mancanegara maupun domestik juga ikut menghormati Ibadah Suci Umat Hindu ini. Hal itu terlihat dari sejumlah tempat wisata di Bali seperti Pantai Kuta, Sanur, Nusa Dua, Ubud, dan Tanah lot   yang tidak terlihat aktivitas wisatawan di tempat-tempat wisata tersebut.

Wisatawan hanya diperkenankan melakukan aktivitas di dalam kawasan hotel tempat mereka menginap.”Tamu kami hanya beraktivitas di Hotel. Sedangkan keluar dilarang untuk menghormati suasana Nyepi,” ujar seorang karyawan hotel di Bali yang tidak mau disebutkan namanya ini.

 

Tempat berjualan oleh-oleh Bali yang biasa ramai akan kemacetan juga terlihat sepi, hanya ada sejumlah pecalang. Pecalangan merupakan satuan keamanan desa adat yang ditugaskan untuk mengamakan perayaan Nyepi.

Susana Nyepi ini bakal semakin sunyi dan sepi karena pada malam hari, warga bakal tidak menyalakan lampu seperti biasa. Mereka yang diberikan dispensasi adalah Rumah Sakit dan hotel. Itupun tidak boleh terlalu menjolok terutama di kawasan perhotelan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *