Bahas Rencana Kerja, Aswen Bersama Tim Akan Perkuat Hubungan Luar Negeri PSMTI

0
WhatsApp Image 2022-06-07 at 00.11.02

Calon Wakil Ketua Umum (Waketum) PSMTI bidang Hubungan Luar Negeri Aswen memaparkan Rencana  kerja yang akan dijalankan untuk empat tahun kedepan. Pemaparan ini disampaikan Aswen  pada Rapat Koordinasi Waketum bidang bidang Digital dan Teknologi Informasi, bidang Marga-marga,  bidang Organisasi Masyarakat (Ormas) Tionghoa dan bidang Hubungan Luar Negeri yang dilangsungkan di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat, Senin (06/06/2022).

Dalam pemaparannya, Aswen mengatakan akan memperkuat hubungan luar negeri PSMTI kepada negara-negara sahabat. Hubungan yang akan diperkuat tersebut di antaranya  terus menjalin hubungan dengan Overseas Chinese di dunia dan Sekretaris general Asian Chinese Clans Association (ACCA) di Bangkok, Thailand.

Terkait ACCA ini, Aswen mengatakan akan berkoordinasi kembali dengan sekjen ACCA dan ACCA Penang Malaysia, perihal kelanjutan penyelenggaraan Conference ACCA ke 10 di Penang Malaysia. Menurut Aswen kegiatan tersebut akan dijadikan momen untuk memperkenalkan Ketua Umum PSMTI bersama jajarannya periode 2022-2026.

Bahkan, Aswen menyatakan kesiapannya  untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah konferensi ACCA,  yang akan didatangi utusan-utusan marga dari banyak negara. Konferensi ACCA tersebut kini sedang dibahas Aswen  bersama tim.

“Kita target yang baru ini adalah kita mau melaksanakan di tahun depan untuk konferensi ACCA ini, tadinya kita mau di Makassar karena baru mengadakan Munas mungkin agak berat jadi kita usulkan di Jakarta atau Banten, atau Jawa Barat. Itu adalah suatu acara konferensi yang meliputi perkenalan, kerja sama dan hubungan-hubungan marga, karena umumnya pengurus ini juga adalah dari marga masing-masing untuk duduk di kepengurusan,” kata Aswen kepada tim liputan EL JOHN News di lokasi rakor.

Selain untuk hubungan marga,  Departemen Hubungan Luar Negeri juga akan memperkuat kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok  (RRT) dan negara-negara South East Asia. Kerja sama yang perlu diperkuat itu seperti  kerja sama bidang sosial, kebudayaan dan pendidikan.

“Untuk pendidikan kita utamakan untuk mendapatkan pendidikan mengenai tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, Inggris sama Mandarin. Yang kita harapkan bantuan pertama itu dari Tiongkok yakni para guru-guru bahasanya sama buku-bukunya. Ini yang menghubungkan kerja sama ini adalah PSMTI,” ujar Aswen yang pernah menjabat sebagai Sekjen PSMTI Kaltim ini.

Untuk tim yang dibangun, Aswen menambah satu bidang lagi yakni soal kesehatan. Oleh karena itu, Aswen mengajak sejumlah dokter untuk bergabung.

Menurut Aswen kehadiran seorang dokter di timnya ini penting,  karena dapat mempermudah kerja sama bidang kesehatan dengan negara lain,  apalagi saat ini masih pandemi Covid-19 yang sudah semestinya kerja sama kesehatan tidak boleh putus, bahkan harus diperkuat.

“Kita tambah lagi karena ada kesehatan. Jadi ada lima dokter saya masukin karena dengan pengalaman pandemic ini, itu yang kita kurang. Mereka sudah banyak berbuat masing-masing jadi nanti bisa jadi satu di bawah bendera PSMTI,” tutur Aswen.

Aswen menyatakan Departemen yang dipimpinnya siap untuk berkolaborasi dengan departemen lain, seperti departemen yang membidangi marga-marga. Kolaborasi menjadi jurus yang tepat untuk mempermudah  Departemen dalam menjalankan rencana kerjanya.

“Kali ini saya dengar sampai ada 21  Waketum  itu luar biasa. Jadi kita tidak kekurangan patner atau mitra di semua bidang ada. Sehingga kita hanya menghubungkan saja kalau dari luar. Misalnya ada yang mau kerja sama dengan negara lain untuk kesehatan kita yang akan bantu untung menghubungkan,” terang Aswen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *