Untung Chandra Bersama Tim Akan Libatkan Banyak Marga Tionghoa Indonesia Untuk Kegiatan PSMTI
Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Wilianto Tanta ingin hubungan marga-marga diperkuat di bawah bendera PSMTI. Oleh karena itu, dalam kepengurusannya dibentuklah bidang marga-marga yang dipimpin oleh seorang Wakil Ketua Umum (Waketum). Saat ini, ada nama yang dipercayakan untuk memegang jabatan Waketum untuk bidang marga-marga yakni Untung Chandra.
Untung yang pernah menjabat sebagai Ketua PSMTI DKI Jakarta ini, dipercayakan untuk dapat menjaga dan mempererat hubungan marga-marga. Pada Senin (06/06/2022), Untung bersama tim telah menyepakati program yang akan dijalankan untuk kepengurusan PSMTI periode 2022-2026. Kesepakatan ini dituangkan pada acara rapat koordinasi (rakor) waketum bidang Digital dan Teknologi Informasi, bidang Marga-marga, bidang Organisasi Masyarakat (Ormas) Tionghoa dan bidang Hubungan Luar Negeri.
Program yang dicanangkan tersebut, nantinya akan dibahas saat Rapat Kerja pembahasan program-program para Waketum yang rencananya akan dilangsungkan usai acara pelantikan pengurus PSMTI periode 2022-2026 pada 6 Juli 2022 mendatang. Jika program yang diusung bidang marga-marga mendapat pengesahan dari Ketua Umum PSMTI maka Untung Candra bersama tim dapat segera bekerja.

Program tersebut, antara lain menyelenggarakan kegiatan Upacara HUT RI pada tanggal 17 Agustus 2022. Kegiatan tersebut akan diikuti oleh seluruh suku yang ada di Indonesia dengan mengenakan pakaian daerah yang rencananya akan dilangsungkan di Taman Mini Indonesia Indah.
“Kita mengundang 34 suku bangsa di Jakarta termasuk orang Tionghoa, India dan Korea. Kita sama-sama di 17 Agustus ikut upacara naik bendera merah putih di Taman Mini. Itu salah satu program kita, Karena ini besar dan masyarakat tahu bahwa suku Tionghoa tidak main sendiri namun merangkul dan bersama-sama demi negeri ini sehingga akan memperkokoh kesatuan bangsa,” kata Untung kepada tim liputan EL JOHN News, di sela-sela rakor.
Program lainnya, yakni memberikan sertifikat bagi warga keturunan Tionghoa Indonesia yang telah memiliki nama marga dengan bahasa Mandarin.
“Program lainnya yakni memberikan sertifikat untuk nama bahasa Tionghoa, sehingga ada pegangan untuk kemudian hari. Mungkin nanti ditanyakan kamu siapa, ini saya ada sertifikatnya. Nah itu saya kira sangat penting sekali untuk menaikan nama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia sampai seratus tahun,” ujar Untung.

Kemudian, program berikutnya yakni membangun Gedung Utama Marga-Marga di Taman Budaya Tionghoa Indonesia yang berada di area di Taman Mini Indonesia Indah. Menurut Untung, kehadiran gedung utama ini, sangat dibutuhkan untuk dapat menampung kegiatan positif yang diselenggarakan para marga-marga Tionghoa yang ada di Indonesia.
“Gedung ini menunjukan kebudayaan keturunan Tionghoa. Tapi saya yakin nanti banyak marga-marga yang bikin kegiatan-kegiatan di dalam gedung ini, yang ukurannya mencapai seribu meter,” tutur Untung.

Program lain yang kini sedang dijalankan yakni melanjutkan kegiatan memperkenalkan Ketua Umum PSMTI kepada marga-marga yang ada di Indonesia. Sebelumnya Ketua Umum PSMTI sudah diperkenalkan kepada Kelompok Marga Tan, Marga Quandong , PERPIT dan Perkumpulan Fujian / Hokkian. Program memperkenalkan Ketua Umum PSMTI masih terus berlanjut.
Selain itu untuk program kolaborasi dengan bidang lain yang ada di PSMTI juga tetap dilanjutkan, antara lain penghormatan Leluhur setiap tahun dan kegiatan sosial yang dilakukan marga-marga, seperti air bersih, donor darah dan lain-lain.
