Mentan Ajak PSMTI Terjun ke Sektor Pertanian Untuk Atasi Inflasi dan Ancaman Krisis Pangan Global
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) berkontribusi di sektor pertanian untuk menekan kenaikan inflasi dan juga ancaman krisis pangan dunia yang telah disampaikan Badan Pangan Dunia (FAO).
Data yang dihimpun Badan Pusat Statistik atau BPS menyebutkan inflasi tahunan Indonesia mencapai 4,35 persen pada Juni 2022. Sedangkan inflasi bulanan sebesar 0,61 persen.
Komoditas penyumbang terbesar inflasi adalah minyak goreng, cabai merah, dan rokok kretek filter. Untuk cabai merah, BPS mencatat andil lonjakan harganya terhadap inflasi secara tahunan meningkat hingga 0,35 persen.
Menurut Mentan, tidak menutup kemungkinan inflasi terus merangkak naik jika produksi komoditas tidak digencarkan.

Untuk ancaman krisis pangan, Mentan mengungkapkan bahwa FAO telah menyampaikan potensi adanya ancaman tersebut yang disebabkan munculnya persoalan-persoalan global seperti imbas pandemi covid-19, perang Rusia-Ukraina hingga perubahan iklim.
Karena itu, Mentan berharap Ketua Umum PSMTI WIlianto Tanta dapat menggerakan anggota PSMTI untuk dapat terjun langsung ke sektor pertanian agar dapat memantapkan produksi komoditas lokal. Bahkan bukannya untuk konsumsi dalam negeri, produksi yang melimpah dapat dimanfaatkan untuk diekspor.
“Kita tanam temulawak, kita tanam jahe maka jadilah produksi yang melimpah. Sekarang kan pertanian tidak selalu berpatokan dengan alam, namun bisa dengan pertanian modern atau smart farming yaitu dengan green house yang besar sehingga kita bisa mengekspor buah, mengekspor sayur dan percaya lah ini bisa kita lakukan ,” kata Mentan.

Selain itu, Mentan mengungkapkan banyak inovasi yang dihasilkan dari sektor pertanian yang dapat menciptakan hal-hal yang bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat, salah satunya kebutuhan akan energi yang dapat dihasilkan dari komoditas pertanian
“Jangan lupa energi pun bisa dibuat dari jerami, energi bisa dibuat dari singkong, energi bisa dibuat menjadi biodiesel dari sorgum, sagu kita juga banyak, di Papua itu masih ada 3 Juta Pohon nggak diapa-apain. Itulah ruang-ruang yang mungkin bisa dimanfaatkan oleh PSMTI di sektor pertanian,” ujar Mentan.
Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta mengatakan PSMTI siap membantu Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian dalam negeri. Peningkatan komoditas pertanian dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional sehingga pemerintah tidak lagi impor pangan dari negara lain.

“Kami setuju untuk menyetop impor agar inflasi tidak terlalu tinggi. Karena produksi pertanian dalam negeri harus ditingkatkan, sehingga masyarakat petani kita akan makmur. Hasil tanaman mereka dipanen dan dibeli oleh masyarakat Tionghoa atau siapapun yang ada di Indonesia,” ungkap Wilianto
“Oleh karena itu kita harus menjaga agar inflasi tidak naik, kalau inflasi naik, kita akan susah. Jadi kami dengan arti kata di sini adalah bagian untuk mempertahankan ekonomi bisa lebih baik,” tambahnya.
