Dinas Pariwisata DIY Dukung Pengembangan Olahraga Barongsai
Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendukung pengembangan olahraga Barongsai. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo di sela-sela Pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Barongsai di Malika Ballroom, Sleman City Hall, Jumat (07/10/2022).
Singgih menjelaskan Barongsai memiliki multi efek yang besar, bukan hanya dari bidang olahraganya namun juga dari bidang pariwisata. Sudah terbukti, setiap ada atraksi Barongsai di sejumlah daerah termasuk di DIY, selalu dipenuhi penonton. Jika atraksi Barongsai dikembangkan dengan serius, tidak menutup kemungkinan akan menjadi event sport tourism yang dapat manarik lebih banyak lagi kunjungan wisatawan.
“Kalau kita berbicara tentang Barongsai ini luar biasa di setiap kali ada pertunjukan Barongsai pasti dipadati oleh masyarakat dan para wisatawan. Dan inilah yang menjadi salah satu daya tarik Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Singgih kepada tim liputan EL JOHN Media.

Menurut Singgih, bentuk dukungan yang diberikan Dispar DIY terhadap pengembangan olahraga Barongsai yakni dengan dibuatnya event Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY). Di event tersebut selalu ditampilkan atraksi Barongsai yang memukau sehingga menjadi salah satu daya tarik masyarakat yang ingin merasakan kemeriahan PBTY.
“Bukti konkret bahwa kita mendukung seni budaya Tionghoa ini dengan mengadakan PBTY yang setiap tahun dilaksanakan di bulan Februari dan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pariwisata dengan komunitas Tionghoa yang ada di Yogyakarta,” ujar Singgih.

Pada kesempatan ini, Singgih menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Besar (PB) Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) yang mempercayakan DIY sebagai tuan rumah kejuaraan bergengsi ini.
“Kami atas nama pemerintah daerah menyambut baik dan bangga Yogyakarta sebagai venue untuk perhelatan Kejuaraan Nasional Barongsai tahun 2022 ini, tentunya kami berharap ini menjadi sebah event yang bisa meningkatkan kunjungan para wisatawan sekaligus menggeliatkan sektor ekonomi yang ada di Yogyakarta,” ungkap Singgih.

“Budaya dan akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya Yogyakarta, saya kira sudah terbentuk dan terbukti yakni dengan banyaknya anak-anak muda yang ikut belajar Barongsai, karena Barongsai adalah milik kita bersama,” tambah Singgih.
Singgih melanjutkan bahwa pariwisata DIY kini mulai bangkit, seiring status DIY sebagai daerah PPKM level 1. Dengan demikian destinasi wisata yang dimiliki DIY dapat dinikmati oleh wisatawan namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Saya berharap walaupun sudah mulai dilonggarkan tetap waspada tetap jaga protokol kesehatan dan jadi lah wisatawan yang bijak,” tutup Singgih.
