airlangga mobil

Ada program baru yang akan dikeluarkan pemerintah untuk mobil-mobil yang dipasarkan di Indonesia. Program itu yakni Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Program ini tidak akan menghapus program Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau (KBH2) atau yang lebih dikenal dengan low cost green car (LCGC) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kini program LCEV sedang dikaji dan kemungkinan program baru ini tak hanya mencakup mobil hemat bahan bakar, tapi juga hybrid dan listrik.

Hybrid sedang kami evaluasi bea masuk dan sebagainya termasuk PPnBM, (untuk infrastruktur) kita kan ada proyek 35 ribu megawatt dan itu bisa sejalan. Lagipula hybrid sekarang lebih sederhana dan bisa di-charge di mana saja,” kata Menteri Perindustrian Airlangga hartato usai merayakan angka produksi pabrik Daihatsu ke-5 juta unit dan peresmian pusat R&D di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Jawa Barat, Senin . 10 April 2017.

Sayangnya ketika ditanya lebih lanjut soal kapan regulasi LCEV dilepas, Airlangga belum bisa berkomentar. Airlangga juga menegaskan bahwa regulasi LCGC akan tetap dan tidak berganti nama.

Sementara itu ditempat terpisah. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Elmate) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, mesin di atas 1.200cc akan dimasukkan dalam kategori Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

“Untuk kendaraan di atas 1.200 cc sedang disiapkan program sejenis Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), dengan nama asingnya LCEV,” ujarnya.

Meski ada LCEV, Putu menegaskan keberadaan mobil KBH2, atau yang disebut juga Low Cost Green Car (LCGC) akan tetap bertahan di pasar otomotif roda empat Indonesia. “Program KBH2, untuk kendaraan kecil mesin maksimal 1.200 cc tidak dihentikan,” tutur Putu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *