Resmi Diluncurkan, Pelatihan Widuri Ekraf Diharapkan Cetak Pengusaha Muda dan Buka Lapangan Kerja
Pelatihan Wirausaha Digital Mandiri (Widuri) Ekraf yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi dimulai. Kegiatan yang bermanfaat untuk pelaku usaha kreatif tersebut diluncurkan secara hybrid (online dan offline) secara bersamaan. Untuk peluncuran secara ofline dilakukan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno melalui sambungan online, sedangkan peluncuran offline dilakukan oleh Direktur SDM Ekraf Kemenparekraf Alexander Reyaan di Jakarta, Senin (20/03/2023).
Peluncuran ini disaksikan oleh para peserta pelatihan Widuri melalui aplikasi zoom. Tercatat 472 peserta yang mengikuti pelatihan Widuri ini dari seluruh sektor seperti kuliner, kriya, fesyen, musik, film, penerbitan dan animasi.
Adapun pelatihan ini akan digelar secara bertahap, baik daring maupun luring di tiga kota besar Indonesia yakni Belitong, Malang dan Makassar

Menparekraf Sandiaga Uno menyambut baik dimulainya pelatihan Widuri. Diharapkan pelatihan berbasis digital ini dapat mencetak para pengusaha muda
Menparekraf mengatakan munculnya para pelaku usaha membawa dampak positif bagi ekonomi kerakyatan Indonesia dengan terbukanya banyak lapangan pekerjaan, terutama dalam merealisasikan Indonesia Emas 2045.
“Tahun 2045 Indonesia diproyeksi memasuki negara yang besar dalam kategori negara maju dan kategori Indonesia emas. Dimana 70 persen usianya produktif, dan ini bonus bagi Indonesia yang belum tentu dimiliki negara lain,” kata Menparekraf.

Lebih lanjut Menparekraf menjelaskan, Kemenparekraf mendorong generasi muda menjadi mitra utama pemerintah dalam membuka 4,4 juta lapangan kerja. Salah satunya melalui Widuri Ekraf ini. “Data terbaru menyatakan impact lokal lebih dari 60 persen. Jadi terbukti usaha kreatif lebih cepat menyerap dan membuka lapangan kerja dibandingkan dengan usaha lainnya,” tuturnya.
“Kami mendorong Widuri Ekraf dalam percepatan pemulihan yang lebih berkualitas serta peningkatan produktivitas dengan upskilling, reskilling dan new skilling. Kita tingkatkan, kita kuatkan skill kita dan kita pelajari skill-skill baru,” jelas Sandi.
Senada dikatakan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Diah Martini Paham, mengatakan, kegiatan Widuri Ekraf digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah, khususnya Kemenparekraf dibawah kepemimpinan menteri Sandiaga Uno.

“Kegiatan Widuri Ekraf merupakan bentuk komitmen Kemenparekraf dalam menyelaraskan pengembangan SDM dan pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pelatihan daring dan luring, untuk dapat meningkatkan produktivitas,” kata Diah.
“Generasi muda Indonesia memiliki keinginan kuat untuk menjadi pengusaha. Oleh karena itu Kemenparekraf terus mendorong para pelaku usaha kreatif untuk dapat berkembang dan menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya,” jelasnya menambahkan.

Pernyataan tidak berbeda disampaikan Direktur SDM Ekraf Kemenparekraf Alexander Reyaan. Ia mengatakan kegiatan ini sejatinya telah digelar sejak Februari lalu.
“Di tahun ini kita fokus di tiga lokasi, Belitong, Malang dan Makassar. Mudah-mudahan kegiatan kita ini akan bermanfaat bagi para pelaku ekonomi kreatif,” kata Alexander Reyaan.
Menurut Alexander, kegiatan ini akan dimanfaatkan untuk mengkolaborasikan kegiatan pelatihan dengan permodalan. “Oleh sebab itu ada tahapan satu dan dua yang kita lakukan melalui kurasi,” ungkapnya.
